Kasus Rekayasa Mati Suri Pria di Bogor, Polisi Pastikan Urip Tidak Menghilang

Sabtu, 19 November 2022 - 21:40 WIB
loading...
Kasus Rekayasa Mati Suri Pria di Bogor, Polisi Pastikan Urip Tidak Menghilang
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menyebut, Urip Saputra (40), warga Kabupaten Bogor merekayasa kematian dirinya. Meski demikian, Urip tidak menghilang setelah dari RSUD Kota Bogor. Foto: Dok/MPI
A A A
BOGOR - Polisi menyebut Urip Saputra (40), warga Kabupaten Bogor yang merekayasa kematiannya tidak menghilang. Urip pulang ke rumahnya usai menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor .

"Enggal (menghilang), di rumah. Keluar dari RSUD tanggal 16, kemudian tadi Jumat malam langsung datang," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022). Baca juga: Terlilit Utang Rp1,5 Miliar Jadi Alasan Urip Saputra Merekayasa Kematian

Iman mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Urip dan istri datang ke Polres Bogor untuk dimintai keterangan terkait heboh kabar mati suri. Akhirnya, Urip dan istri bersedia datang ke Polres Bogor menyampaikan keterangannya.

"Tadi malam, Urip beserta istri didampingi pengacaranya mendatangi Polres Bogor bersedia memberikan keterangan dan menginformasi beberapa informasi, dan fakta hukum yang kami temukan dalam proses penyelidikan," jelasnya.



Saat ini, Urip masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Bogor. Polisi juga masih akan melihat ada tidaknya unsur pidana dalam rekayasa kematian yang telah disusun Urip untuk menghindari utang.

"Kita kumpulkan alat bukti dan fakta hukumnya seperti apa. Nanti baru terkontruksikan di dalam delik, itu pun di dalam hukum ada yang disebut kepastian hukum, disebut rasa keadilan dan disebut rasa kemanfaatan hukum itu sendiri. Kami di dalam menegakkan hukum, harus mengikuti apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat," tuturnya. Baca juga: Bikin Heboh Bangun dari Peti Mati, Begini Kondisi Urip Saputra yang Dikabarkan Meninggal

Diketahui, Urip Saputra asal Rancabungur, Kabupaten Bogor merekayasa kematian karena malu dan menghindari utang Rp1,5 miliar. Rekayasa itu dibuat mulai dari memesan mobil ambulans hingga akan menyiapkan identitas baru apabila berhasil.
(mhd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3560 seconds (11.252#12.26)