SDN Pondok Cina 1 Berubah Jadi Masjid Raya Depok, Orang Tua Siswa Bilang Tak Ada Sosialisasi

Kamis, 10 November 2022 - 14:17 WIB
loading...
SDN Pondok Cina 1 Berubah Jadi Masjid Raya Depok, Orang Tua Siswa Bilang Tak Ada Sosialisasi
Anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaimi memberikan keterangan di SDN Pondok Cina 1, Depok, Kamis (10/11/2022). DPRD tak pernah diajak bicara soal relokasi SDN Pondok Cina 1 kemudian berubah jadi Masjid Raya Kota Depok. Foto: SINDOnews/R Ratna Purnama
A A A
DEPOK - Kisruh SDN Pondok Cina 1, Depok kian berlarut. Pagi tadi, Kamis (10/11/2022) sejumlah orang tua siswa kembali mendatangi sekolah dan membiarkan anak-anak belajar di sekolah . Padahal, berdasarkan surat edaran siswa melakukan pembelajaran dari rumah (BDR) atau daring.

Namun, sejumlah siswa tetap berangkat dan belajar di sekolah tanpa guru. Informasi yang beredar, sekolah akan dilebur karena di lokasi akan dibangun Masjid Raya Kota Depok. Anehnya, wali murid tidak diajak berbicara dan dilakukan sosialisasi.

“Berkaitan persoalan pembangunan sekolah, kita di DPRD juga tidak pernah diajak bicara oleh Pemkot Depok apa tujuannya sekolah ini harus diubah menjadi masjid. Apakah betul di sini dibutuhkan betul keberadaan masjid? Ini juga tidak pernah dibicarakan,” ujar anggota Komisi D DPRD Depok Babai Suhaimi di SDN Pondok Cina 1, Kamis (10/11/2022).
Baca juga: Tertutup Proyek Trotoar, SDN Pondok Cina 1 Direlokasi dan Berganti Jadi Masjid Raya Depok

Secara etika politik, pemerintahan tidak boleh dilakukan sepihak. Karena apa pun yang dibangun oleh pemerintah harus melibatkan banyak pihak untuk diajak bicara. Hasil pembangunan nantinya akan dinikmati masyarakat juga.

“Pertanyaannya apakah Pemkot Depok pernah bertanya kepada wali murid setuju atau nggak dipindah. Pernah nggak ditanya?” kata Babai.

Dia menilai ini jelas sangat menyalahi etika di dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, Pemkot Depok tidak pernah mengajak bicara kepada DPRD mengenai hal tersebut.

“Dan belum pernah juga dibahas di forum resmi DPRD, anggarannya dari provinsi berapa nilainya. Sudah masuk di APBD 2022 ini berapa nilainya, kemudian kapan ditendernya, dan kapan dilaksanakannya, kapan DED-nya dibuat dan seterusnya itu tidak pernah dibicarakan sehingga kalau sekarang terjadi penolakan, menurut saya hal yang wajar,” ujarnya.

Pemkot Depok juga tidak memberikan kepastian kepada wali murid mengenai relokasi. Jika sudah ada kepastian di mana sekolah baru untuk siswa maka orang tua juga akan tenang menerima.

“Ini yang sangat saya sayangkan kami dari DPRD terhadap sikap yang dilakukan Pemkot Depok. Hari ini saya turun ingin mendalami secara langsung,” kata Babai.
(jon)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3113 seconds (11.210#12.26)