Polisi Perlihatkan 4 Pistol Milik Perempuan Bercadar Penerobos Istana Presiden

Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:35 WIB
loading...
Polisi Perlihatkan 4 Pistol Milik Perempuan Bercadar Penerobos Istana Presiden
Polda Metro Jaya memperlihatkan empat pistol dari penangkapan Siti Erlina (24) perempuan bercadar yang hendak menerobos Istana Negara, Jakarta Pusat.Foto/MPI/Erfan Maaruf
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya memperlihatkan empat pistol dari penangkapan Siti Erlina (24) perempuan bercadar yang hendak menerobos Istana Negara, Jakarta Pusat. Satu pistol jenis FN dipergunakan Lina sapaan akrabnya saat menodongkannya ke arah Paspampres .

Pantauan di Polda Metro Jaya, sejumlah barang bukti yang diperlihatkan petugas dari penangkapan terhadap Lina. Barang bukti tersebut di antaranya, empat pistol, selongsong peluru, empat buku, dua tas, dan buku rekening.

"Itu yang dipakai (menodong Paspampres)," kata salah satu penyidik menunjuk pistol jenis FN di ruang konferensi pers, Rabu (26/10/2022). Baca: Ini Identitas Diduga Perempuan Bercadar Penerobos Istana Presiden

Sebelumnya, polisi menangkap seorang perempuan bercadar yang mencoba menerobos masuk ke dalam Istana Presiden, Jakarta Pusat, dengan membawa senjata api jenis FN. Kejadian itu terjadi pada hari ini sekira pukul 07.00 WIB.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Marsda TNI Wahju Hidajat Soedjatmiko mengatakan, perempuan tersebut tidak menerobos Istana. Menurut dia, peristiwa ini bukan upaya penerobosan ke Istana Kepresidenan.

Peristiwa bermula dari kewaspadaan seorang anggota Paspampres yang melihat seorang perempuan dengan tingkah laku mencurigakan. Perempuan tersebut berdiri di dekat pos utama Paspampres di depan Istana Merdeka, di dekat lampu lalu lintas.

"Jadi perempuan tersebut tidak menerobos Istana. Tapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres) yang langsung menghampiri perempuan tersebut dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota (Paspampres)," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (25/10/2022).

(hab)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2721 seconds (11.252#12.26)