3 Siswa Tewas Akibat Tembok Roboh, KPAI: Perkuat SOP Bencana di Sekolah

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 07:45 WIB
loading...
3 Siswa Tewas Akibat Tembok Roboh, KPAI: Perkuat SOP Bencana di Sekolah
Komisioner KPAI, Retno Listyarti.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah daerah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana di setiap sekolah. Permintaan ini terkait robohnya tembok MTs Negeri 19 , Jakarta Selatan yang menewaskan tiga siswa.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan, ketika terjadi bencana alam, baik gempa maupun banjir pada jam belajar sekolah akan menimbulkan kerentanan bagi peserta didik dan guru menjadi korban.

Oleh karena, menurut Retno, sangat penting perlunya dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan saat bencana di setiap sekolah yang sedang ada kegiatan belajar-mengajar anak-anak. Baca: Hasil Kaji Cepat BPBD DKI Jakarta, Ini Dugaan Penyebab Tembok MTs Negeri 19 Roboh

"Misalnya banjir, maka SOP-nya ada evakuasi anak-anak harus naik ke lantai 2 atau 3 semuanya dan tidak ada yang boleh di lantai 1 apalagi di halaman sekolah bermain hujan. Karena akan sangat berisiko pada keselamatannya. Bisa ada petir, terseret air atau ketimpa tembok sekolah seperti kejadian di Pondok Labu ini," kata Retno Listyarti, Jumat (7/10/2022).

Retno menuturkan, KPAI meminta kepada instansi terkait lebih memastikan agar SOP bencana pada sekolah-sekolah, apalagi selolah yang berada dekat sungai dilaksanakan dengan baik.

"Selain itu, sekolah wajib memiliki jalur evakuasi ketika terjadi bencana. Misalnya ketika gempa bumi, maka anak-anak di evakuasi keluar ruangan. Namun ketika banjir terjadi, sebelum ada pertolongan karena hujan deras masih berlangsung, maka warga sekolah harus dievakuasi ke lantai yang lebih tinggi," tuturnya.

SOP tersebut, lanjut dia, wajib dilatihkan atau dipraktikkan ke warga sekolah agar saat bencana terjadi semua tertib diarahkan ke jalur evakuasi untuk penyelamatan.

KPAI mengapresiasi BPBD dan Damkar DKI Jakarta yang sudah bergerak cepat untuk mengevakuasi korban maupun seluruh warga sekolah yang saat kejadian masih berada di lingkungan madrasah.

KPAI juga mendorong Dinas PPPA DKI Jakarta untuk membantu asesmen psikologi pada korban selamat, namun menyaksikan kawan-kawannya yang meninggal karena tertimpa tembok yang roboh. Termasuk psikososial kepada pendidik dan peserta didik akibat musibah ini.

"Kami juga mendorong Kementerian Agama untuk segera memperbaiki kondisi madrasah agar peserta didik dapat segera mengikuti PTM Kembali," ucap Retno Listyarti.

(hab)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2301 seconds (10.55#12.26)