alexametrics

Dirjen PAS: Berantas Mafia Narkotika di Lapas-Rutan Butuh Kerja Sama BNN dan Polri

loading...
Dirjen PAS: Berantas Mafia Narkotika di Lapas-Rutan Butuh Kerja Sama BNN dan Polri
Dirjen PAS, Reynhard Silitonga mengatakan, dibutuhkan kerja sama yang baik antara Ditjen PAS, BNN, dan Polri untuk memberantas mafia narkoba di Lapas dan Rutan.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Peredaran narkotika jaringan lapas dan rutan makin merajalela. Di balik penjara, para bandar narkoba bukannya jera. Sebaliknya, malah menjadi pemain utama.

Tidak mudah memang mengungkap jaringan bisnis narkotika ini. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan kepolisian.

Hal itu diungkapkan Dirjen PAS, Reynhard Silitonga di Lapas Kelas 1 Tangerang. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama yang baik untuk mengungkap jaringan narkotika lapas."Kepada Polri dan BNN, saya meminta untuk bersama-sama dan bekerjasama dengan kami dalam mengungkap jaringan yang ada di dalam lapas maupun rutan," kata Reynhard, di Lapas Kelas 1 Tangerang, Jumat (3/7/2020).

Selain itu, pihak Dirjen PAS juga sedang diuji dengan persoalan overcrowded yang telah mencapai angka 74% dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang ada. "Jumlah tersebut masih didominasi kasus penyalahgunaan narkoba. Tentunya, ini perlu menjadi perhatian khusus dan penanganan penyalahgunaan narkotika di lapas/rutan memerlukan special treatment," ungkapnya.



Berbagai pembenahan pun terus dilakukan untuk menanggulangi permasalahan itu. Tapi sejauh ini masih dianggap belum maksimal. Pihak Dirjen PAS pun mengaku tidak bisa sendiri membongkar jaringan mafia tersebut."Apel besar ini sebagai wujud sinegritas dan komitmen antarlini pemerintah, baik Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian Daerah, dan Badan Narkotika Nasional dalam upaya pemberantasan narkoba," paparnya. (Baca: BNN Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil Penangkapan Selama Pandemi Covid-19)

Di tempat yang sama, Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Tantan Sulistiana menambahkan, kebijakan pemberantasan narkoba di Indonesia perlu dilakukan dengan sinergi dan semangat antarstakeholders."Kita harus bersemangat. Kawan-kawan di Pemasyarakatan harus juga menjalankan SOP dengan sungguh-sungguh, hingga tidak ada lagi petugas lapas ataupun rutan yang terlibat dalam jaringan narkoba," ucapnya.



Tantan berharap, dengan adanya komitmen bersama ini. Terlebih dari Pemasyarakatan, mulai dari atas hingga jajarannya di wilayah untuk perang terhadap narkoba, maka mafia narkotika yang ada bisa diberantas tuntas.
(hab)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak