Tinggal Tanpa Listrik, Siswi di Tangsel Ini Terima Bantuan dari Polisi

Sabtu, 24 September 2022 - 23:09 WIB
loading...
Tinggal Tanpa Listrik, Siswi di Tangsel Ini Terima Bantuan dari Polisi
Polisi mendatangi kediaman keluarga siswi tinggal di bedeng tanpa listrik di Kampung Ciater, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (24/9/2022). Foto/MPI/Hambali
A A A
TANGERANG - Polisi mendatangi kediaman keluarga siswi yang tinggal di bedeng tanpa listrik dan air sumur di Kampung Ciater, RT01 RW01, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (24/9/2022).

Siswi SMPN 11 Rawa Buntu itu berinisial KDL (15). Dia tinggal bersama kedua orang tua serta 3 kakaknya di bedeng tersebut. Kondisinya sendiri memprihatinkan, di mana bila malam tiba KDL hanya mengandalkan lilin atau lampu senter handphone untuk belajar.

Ditambah lagi, tak ada air sumur di bedeng tersebut. Untuk keperluan mandi, mencuci hingga memasak, keluarga itu harus turun cukup jauh ke wilayah perumahan guna memanggul air dari sumber air di sana.

Kapolsek Serpong Kompol Evarmon Lubis mengunjungi bedeng tersebut. Di sana kedua orang tua KDL, Kartajaya (57) dan Asni (45), dengan ramah menyambut. ”Kami memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai,” kata Ervarmon, Sabtu (24/9/2022).

Paket sembako yang dibagikan berisi sejumlah kebutuhan pokok serta bahan pendukung. Sedangkan uang tunai diserahkan langsung Kapolsek pada KDL untuk dipergunakan bagi keperluan pendidikan.

”Semoga bantuan ini bisa bermanfaat. Kita harus saling bahu-membahu menolong saudara kita yang mengalami kesulitan seperti ini,” ucapnya. Baca juga: Dipermalukan Kepala Sekolah karena Tak Mampu Bayar SPP, Siswi Ini Meninggal

Sebelumnya, KDL kerap mengalami rasa sakit di bagian mata lantaran membaca di bawah penerangan yang minim. Jika malam tiba, praktis di area bedeng itu gelap gulita.

KDL yang merupakan anak bungsu itu masih menempuh pendidikan di bangku kelas 3, SMPN 11 Rawa Buntu. Kehidupannya cukup prihatin karena ayahnya hanyalah seorang sekuriti komplek dengan gaji pokok Rp700 ribu per bulan.

Nasib KDL lebih baik ketimbang kakak kandungnya yang putus sekolah, bahkan kakaknya yang sama sekali belum pernah merasakan pendidikan di sekolah. Latar belakang ekonomi memaksa keluarga ini harus lebih sibuk mencari sesuap nasi ketimbang urusan lain.

Kedua orang tuanya bertekad akan menuntaskan pendidikan KDL hingga berlanjut ke tingkat SLTA. Segala upaya dilakukan agar putri satu-satunya itu bisa terus sekolah meski himpitan ekonomi kian berat dihadapi.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1053 seconds (10.177#12.26)