Diduga Hina Penceramah NU, GP Ansor DKI Minta Penggiat Medsos Ini Minta Maaf

Rabu, 14 September 2022 - 00:56 WIB
loading...
Diduga Hina Penceramah NU, GP Ansor DKI Minta Penggiat Medsos Ini Minta Maaf
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor DKI Jakarta Muhammad Ainul Yaqin Al-Hafidz. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor DKI Jakarta Muhammad Ainul Yaqin Al-Hafidz meminta pegiat media sosial ( medsos ) Eko Kuntadhi meminta maaf. Eko diduga menghina Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Dalam video yang beredar, Ning Imaz sedang menjelaskan tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Video itu diunggah di TikTok NU Online dengan judul thumbnail Lelaki di Surga Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa? Baca juga: GP Ansor DKI Minta Marwah Kiai Harus Dijaga

Potongan video tersebut kemudian diunggah Eko. Dalam potongan tersebut, ada keterangan atau caption berupa ungkapan yang bernada kasar.

Menurut Ainul Yaqin perbuatan Eko Kuntadhi telah menciderai niat baik penceramah agama yang dengan tulus menyampaikan ajaran agamanya tanpa pamrih.

"Kami mengecam dan menuntut agar yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama yang sangat tersinggung dengan ungkapan Eko Kuntadhi," kata Ainul Yaqin, Selasa (13/9/2022).



Lebih lanjut, Ainul Yaqin juga mengingatkan kepada seluruh pegiat medsos agar lebih berhati-hati dalam berkomentar dan melakukan aktivitas di media sosial.

"Ada pepatah arab yang menyampaikan, ‘selamatnya seseorang tergantung pada bagaimana seseorang menjaga lisanya’, dalam konteks saat ini sejauh menjaga jarinya untuk tidak asal berkomentar terhadap apa yang mereka sebetulnya tidak paham, terlebih menyangkut keyakinan dan agama," tambah Yaqin.

Dia juga menyampaikan, pihaknya saat ini juga sedang mengkaji ada tidaknya unsur hate speech dalam unggahan Eko tersebut. Baca juga: Dipanggil Gus Yaqut, Ketua Ansor DKI Bakal Jelaskan soal Konvoi Holywings
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1161 seconds (10.101#12.26)