Beras Bansos Kondisi Rusak atau Tidak Sebelum Dikubur di Depok? Begini Kata Polisi

Rabu, 03 Agustus 2022 - 18:28 WIB
loading...
Beras Bansos Kondisi Rusak atau Tidak Sebelum Dikubur di Depok? Begini Kata Polisi
Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis meninjau kuburan bansos di Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, Rabu (3/8/2022). Foto: SINDOnews/R Ratna Purnama
A A A
DEPOK - Polisi terus menyelidiki beras bantuan sosial ( bansos ) dalam kondisi rusak atau tidak sebelum dikubur di kawasan Tirtajaya, Sukmajaya, Depok. Pasalnya, jumlah beras yang dikubur mencapai 3,4 ton.

"Permasalahannya adalah itu beras penimbunan atau beras rusak dan lain sebagainya, itu kami masih melakukan proses penyelidikan," ujar Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis di Depok, Rabu (3/8/2022).
Baca juga: Begini Alasan JNE Lahan Parkirnya Jadi Tempat Penimbunan Bansos Presiden Dalam Tanah

Polisi juga akan meminta keterangan ahli guna memastikan apakah hanya beras yang dikubur. "Jadi saya belum bisa menyampaikan beras itu beras apa. Nanti mungkin update hasil penyelidikan akan kami sampaikan," katanya.

Menanggapi kuburan beras bansos di Depok, JNE menegaskan beras yang dikubur di Jalan Tugu Raya, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok bukan beras Bansos Presiden melainkan milik JNE.

“Beras yang hari ini saudara lihat dikubur itu bukan beras bansos, itu adalah beras milik JNE,” ujar kuasa hukum JNE Anthony Djono.
Baca juga: Temuan Timbunan Bansos Presiden di Tanah Depok, Camat dan Lurah Terkaget-kaget

Beras tersebut dipendam karena rusak. Saat beras diambil dari gudang Bulog lalu terkena hujan. “Jadi ada yang basah, jamur, sudah tidak layak konsumsi. Tidak mungkin beras rusak kita salurkan kepada masyarakat, tidak mungkin beras rusak kami berikan kepada penerima manfaat,” ungkapnya.

Kemudian, JNE mengganti beras yang rusak tersebut dengan maksud agar tidak ada keluhan. Menurutnya, tidak ada kerugian sedikit pun dari penerima manfaat.

“Itu saat diambil dari gudang Bulog tentunya distiker. Awalnya memang ditujukan untuk dibagikan, tapi di perjalanan rusak. Ketika rusak, kami pindahkan ke gudang dan kita ganti yang baru dan kita stikerkan lagi. Jadi barang yang sama bukan beras bansos,” ujar Anthony.
(jon)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1926 seconds (11.97#12.26)