DPP LDII: Idul Adha Bangun Kesalehan Individu dan Bangsa

Senin, 11 Juli 2022 - 19:25 WIB
loading...
DPP LDII: Idul Adha Bangun Kesalehan Individu dan Bangsa
DPP LDII mengajak umat Islam saling membantu dan meringankan beban ekonomi masyarakat. Tahun ini Hari Raya Idul Adha menjadi momentum meningkatkan kepedulian sosial. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Umat Islam di seluruh dunia menyambut antusias Hari Raya Idul Adha 1443 H. Meskipun dunia dalam kondisi tak menentu akibat perang yang memicu krisis ekonomi dunia, DPP LDII mengajak umat Islam saling membantu dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Tahun ini Idul Adha jadi momentum meningkatkan kepedulian sosial. Usai pandemi Covid-19, bangsa Indonesia menghadapi resesi akibat melonjaknya harga minyak bumi dan masalah pangan dunia,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.
Baca juga: Khutbah Idul Adha: Kurban sebagai Perwujudan Takwa

Menurut dia, inflasi mulai dirasakan masyarakat karena melambungnya harga kebutuhan pokok, umat Islam harus tanggap terhadap masalah sosial. Permasalahan itu dapat diatasi apabila bangsa Indonesia memiliki dua tipe sikap luhur berupa kesalehan individu dan sosial.

Kesalehan dibentuk oleh rasa takwa. “Ketakwaan itu dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dengan tulus ikhlas melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS,” katanya.

Pengorbanan Nabi Ibrahim kemudian diperingati oleh umat Islam dengan menyembelih kurban pada Idul Adha.

KH Chriswanto mengutip hadits dari Imam Bukhari bahwa kurban merupakan ibadah yang paling disenangi oleh Allah pada 10 Dzulhijah mengalahkan pahala orang yang berkorban harta, benda, dan nyawa sebagai martir yang sahid di medan perang. “Inilah wujud kesalehan individu yang bisa diwujudkan dalam berkurban,” tuturnya.

Di sisi lain, kurban juga membawa berkah dalam kehidupan sosial. Para peternak memanen rezeki dan warga yang kesulitan akibat harga kebutuhan pokok melonjak. Ekonomi pun bergerak. Berkah kurban dari sisi individu dan sosial yang luar biasa itu jangan sampai terhalang oleh wabah virus Penyakit, Mulut, dan Kuku (PMK).

Keberkahan kurban bisa dilaksanakan oleh semua orang. Salah satunya dengan menabung agar pada Idul Adha tahun depan keluarga bisa membeli seekor kambing atau sapi. “Warga LDII tidak semuanya mampu. Mereka bisa berkurban dengan cara menabung yang disetorkan saat pengajian. Saat menjelang Idul Adha tabungan tersebut digunakan untuk membeli hewan kurban,” ujarnya.
Baca juga: Tingkatkan Kepedulian Sesama dengan Semangat Idul Adha

Tahun ini, menurut Sekretaris Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya, warga LDII di seluruh Indonesia berhasil mengumpulkan kurban sebanyak 28.188 ekor (data per pukul 15.00 WIB). Dengan rincian 15.562 sapi, 17 kerbau, dan 12.609 kambing.

Data ini dari 20 provinsi yang sudah mengirimkan data, sisanya masih 14 provinsi yang belum masuk. Sebelumnya, pada 20 Juli 2021, jumlah kurban yang disembelih warga LDII di seluruh Indonesia mencapai 33.908 ternak yang terdiri dari sapi 20.473 ekor dan 13.435 kambing.

Menurut Dody, DPP LDII telah menginstruksikan warganya untuk memotong hewan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), di daerah-daerah yang rawan wabah PMK. Selain itu, warga LDII juga diminta terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memilih dan membeli hewan kurban.

Dia berharap Idul Adha menjadi momentum meningkatkan kesalehan individu dan kesalehan sosial supaya bangsa Indonesia terus menjadi bangsa dengan kepribadian unggul yang jadi modal sosial dalam membangun peradaban.
(jon)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1804 seconds (10.55#12.26)