alexa snippet

Granad ancam 'geruduk' kantor Partai Demokrat

Granad ancam geruduk kantor Partai Demokrat
Ilustrasi. (Dok. Istimewa)
A+ A-
Sindonews.com - Saat deklarasi Gerakan Anti Diskrimasi (Granad), sejumlah aktivis yang mengecam tindakan rasis Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul terhadap pengamat politik Boni Hargens, berniat bakal 'menggeruduk' Kantor DPP Partai Demokrat.

Menurut Boni, sejauh ini komunikasi antara pihak Demokrat dengan dirinya sudah terjalin ikhwal perdamaian. Tetapi, proses hukum, menurutnya, tetap dilanjutkan.

Granad merencanakan untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di kantor partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Aksi tersebut dilakukan untuk minta pertanggung jawaban atas tindakan rasial yang dilakukan Ruhut Sitompul.

"Kami akan bawa massa sebanyak mungkin untuk meminta pertanggung jawaban karena Ruhut, juru bicara partai telah sewenang-wenang melakukan ucapan rasis. Kita akan demo langsung di sana," kata Boni, saat Deklarasi Granad, Cikini, Jakarta, Minggu (8/12/2013).

Menurut Boni, tindakan Ruhut untuk menjadi pembelajaran partai agar tak menempatkan juru bicara yang asal 'ngomong'. Menurut dia, ini untuk pembelajaran publik, bahwa sikap rasis itu tidak pernah dibenarkan oleh dalam sistem demokrasi di Indonesia. "Berpikir rasis itu rasis, apalagi bertindak rasis," tegas Boni.

Seperti diketahui, pada talk show di media televisi nasional, yang membahas soal kasus Hambalang, Ruhut mengucapkan kata yang bernada rasis kepada Boni Hargens sebagai lawan bicaranya.

Sekadar diketahui, pada acara talk show di salah satu media televisi nasional, 5 Desember 2013 lalu, Ruhut Sitompul melemparkan ejekan kepada Boni Hargens ikhwal warna kulit. Tak terima dengan ancaman bernada rasisme, Boni pun merasa kecewa dengan melaporkan Ruhut ke Polda dan mendeklarasikan perlawanan anti diskriminasi.

Baca berita terkait:
Ulah rasisme Ruhut, Boni bentuk perlawanan



(mhd)
loading gif
Top