Kisah Jenderal TNI yang Peduli Kesejahteraan Anggota Brimob

Kamis, 16 Juni 2022 - 11:17 WIB
loading...
Kisah Jenderal TNI yang Peduli Kesejahteraan Anggota Brimob
Jenderal TNI (Purn) M Jusuf. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) M Jusuf sangat peduli terhadap kesejahteraan dan perlengkapan anggota Brimob . M Jusuf memerhatikan seluruh anak buahnya dan tidak membeda-bedakan asal kesatuan.

Brimob juga diizinkan melaksanakan latihan tempur mandiri untuk mengasah kemampuannya. M Jusuf saat itu sangat disegani anak buahnya.
Baca juga: Kisah Pasukan Brimob Jadi Tameng Hidup Jenderal TNI M Jusuf dari Berondongan Pemberontak

Bahkan, dia terkesan dengan kehebatan pasukan Ranger atau Resimen Pelopor Brimob. Ketika itu beberapa prajurit Brimob gugur dan terluka karena menjadi tameng hidup saat melindungi M Jusuf dari berondongan senjata pemberontak.

Berdasarkan buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, M Jusuf yang masih berpangkat Brigjen TNI dan menjabat Pangdam Hasanuddin pada tahun 1960-an melihat langsung kekuatan tempur Resimen Pelopor dalam Operasi Kilat menumpas pemberontak Qahhar Mudzakkar.

Pada tahun 1957-1965, komando operasi di wilayah Sulawesi Selatan beralih ke Kodam XIV/Hasanuddin yang waktu itu dipimpin M Jusuf. Untuk menumpas pemberontakan Qahhar Mudzakkar, Pangdam Hasanuddin menggelar dua operasi militer secara berurutan yakni Operasi Tumpas dan Operasi Kilat.

Saat itu, perundingan dengan Qahhar Mudzakkar benar-benar ditutup. Ini disebabkan pada tahun 1957 dalam perundingan terakhir yang mempertemukan Qahhar Mudzakkar dengan M Jusuf terjadi kontak senjata dan nyaris menewaskan M Jusuf.
Baca juga: Kisah KSAD Pertama, Jenderal TNI Djatikusumo yang Rela Pangkat dan Jabatannya Diturunkan

Perundingan tidak mencapai kata sepakat, bahkan ditemukan fakta Qahhar Mudzakkar tak memiliki iktikad baik. Alih-alih berusaha mencari solusi untuk mewujudkan perdamaian, dia justru menyiapkan pasukan guna menyergap pasukan pemerintah.

Ketika masuk lokasi perundingan, M Jusuf beserta staf dikepung. Beruntung, sejumlah pasukan Brimob dan pasukan pengawal Pangdam sigap melindungi Pangdam dengan cara mengevakuasi M Jusuf ke dalam panser.

Namun, beberapa prajurit Brimob gugur dan terluka karena menjadi tameng hidup saat melindungi M Jusuf.
(jon)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1342 seconds (10.177#12.26)