alexametrics

Dapat perhargaan, Depok ingin punya alun-alun

loading...
Dapat perhargaan, Depok ingin punya alun-alun
Wali Kota Depok Nur Mahmudi (Photo : Dok/Sindonews.com)
A+ A-
Sindonews.com - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengklaim pencapaian Depok mampu meraih penghargaan Kota Layak Anak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk kategori Pratama, merupakan langkah awal untuk memberikan hak-hak anak.

Ia berdalih bahwa penghargaan Kota Layak Anak tidak identik dengan masih banyaknya kasus kekerasan anak di Depok.

"Banyak kritikan yang mempertanyakan, mengapa banyak kasus kekerasan terhadap anak tetapi Depok raih penghargaan? Sebenarnya penghargaan Kota Layak Anak tidak berarti Depok harus nol kasus kekerasan anak, tak identik dengan itu," tegasnya di Balaikota Depok, Selasa (13/08/2013).

Tetapi, lanjutnya, Kota Layak Anak indikatornya yakni memiliki ruang bermain untuk anak, adanya forum anak, pokja satgas ramah anak dan syarat lainnya. Selain itu, lanjutnya, adanya komitmen untuk melindungi hak anak dari kasus penyalahgunaan dan eksploitasi anak.

"Salah satunya jika adanya forum anak atau pokja-pokja yang dibentuk, itu yang dinilai Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Bagaimana bisa selesaikan dengan baik, melindungi dan mencegah terjadinya child abuse," tuturnya.

Kedepan, kata Nur Mahmudi, untuk menambah ruang bermain ataupun ruang terbuka hijau ( RTH ) bagi anak-anak, maka Pemerintah Kota Depok akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan beberapa taman kota.

Saat ini Depok baru memiliki dua taman kota yakni di Pancoran Mas dan Sukmajaya, sementara Nur Mahmudi bercita-cita ingin membuat Depok memiliki alun-alun.

"Agar Kota Layak Anak lebih fokus dengan baik, maka ruang bermain anak bisa dibikin sejenis alun-alun. Saya banyak mendapat tantangan, kapan dong Depok punya alun-alun. Kami dorong alun-alun akan mulai dipikirkan untuk dibangun secepatnya," tandasnya.
(stb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak