Saksi Ahli: Ada Unsur Abai Keamanan Kelistrikan di Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Selasa, 10 Mei 2022 - 19:17 WIB
loading...
Saksi Ahli: Ada Unsur Abai Keamanan Kelistrikan di Kasus Kebakaran Lapas Tangerang
Saksi ahli kelistrikan, Saharudin dari Institut Teknologi Indonesia (ITI) menyampaikan kesaksian dalam kasus kebakaran Lapas Tangerang di PN Tangerang pada Selasa (10/5/2022). Foto/MPI/Nandha Aprilianti
A A A
TANGERANG - Sidang lanjutan kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang mengungkapkan fakta baru. Dalam persidangan terungkap adanya unsur abai dalam sistem kelistrikan di lapas tersebut.

Fakta baru ini disampaikan saksi ahli kelistrikan, Saharudin dari Institut Teknologi Indonesia (ITI) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Selasa (10/5/2022).

“Ada namanya bahaya kelistrikan yang diabaikan ya, jadi bukan hanya over kapasitas saja. Tapi, peralatan atau segala macam jadi bisa berbahaya,” kata Saharudin menyampaikan kesaksikannya.

Saharudin melihat sisi keamanan listrik di Lapas Tangerang tidak begitu diperhatikan. Hal itu berdasarkan pemeriksaan yang dia lakukan dengan mengecek dari hasil forensik, foto dokumentasi, hingga juga keterangan penyidik.

“Fakta yang paling kuat ada foto kabel sama kabel ketemu. Seperti kabel las-lasan berarti terjadi? Apakah itu penyebab kebakaran atau sisi yang lain? wallahualam,” paparnya. Baca: Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Ahli Forensik Bongkar Buruknya Sistem Kelistrikan

Tidak itu saja, Saharudin menuturkan, orang yang melakukan pemasangan listrik juga dirasa tidak berkompeten pada bidangnya. Hal ini merujuk terkait keadaan di mana pernah dilakukan pemeriksaan kondisi kelistrikan di Lapas Tangerang, namun tidak dikerjakan oleh orang pada bidangnya.

“Sebenarnya bisa dihitung, diperkirakan. Kalau di penyidik disampaikan bahwa yang ditugaskan bukan orang listrik, berarti mungkin cuma manuver saja, tidak memperhatikan faktor-faktor yang ada,” ujarnya.

Diketahui kebakaran di Lapas Kelas IA Tangerang terjadi pada 8 September 2021 lalu. Kebakaran bermula di Blok C, dalam peristiwa ini sebanyak 49 korban meninggal dunia.

(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1138 seconds (10.101#12.26)