Kasus Covid-19 Naik, PTM Kembali 50% dan Fasilitas Umum di Tangerang Ditutup

Jum'at, 21 Januari 2022 - 14:21 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Naik, PTM Kembali 50% dan Fasilitas Umum di Tangerang Ditutup
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.Foto/MPI/dok
A A A
TANGERANG - Kasus Covid-19 di Kota Tangerang terus meningkat sejak 10 Januari 2022. Hal itu membuat Pemkot Tangerang akan mengubah kembali pola Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi 50%.

"PTM 100% saat ini akan kembali menjadi 50%. Untuk mencegah terjadinya penularan kasus Covid-19 di lingkungan sekolah," ungkap Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, pada Jumat (21/1/2022).

Arief menuturkan, Pemkot Tangerang juga kembali memberlakukan pola kerja dengan sistem Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di instansi pemerintah. Serta pembatasan hingga penutupan sementara fasilitas umum milik pemerintah daerah.

"Mulai Senin agar kepala OPD mengatur pegawainya yang WFH dan WFO hingga 50%, kemudian taman akan kembali ditutup untuk sementara," tuturnya. Baca: Omicron di Jakarta Tembus 1.027 Kasus

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni mengatakan, berdasarkan data pada Rabu (19/1/2022) tercatat ada 293 kasus aktif, 6 pasien sembuh dan 1 orang meninggal. Hingga saat ini, berdasarkan hasil tracing kluster keluarga menjadi yang terbanyak.

“Saat ini, sama-sama kita ketahui kasus covid-19 varian Omicron juga sudah ada di Kota Tangerang, dengan empat orang keluarga positif covid-19. Dengan itu, berdasarkan semua angka-angka ini kita semua tanpa terkecuali dipastikan untuk tidak boleh lengah," katanya

Dini melanjutkan, berdasarkan asesmen situasi covid-19 per 17 Januari Kota Tangerang masih pada PPKM Level 2. Dengan kapasistas respons sedang, yaitu testing diangka memadai, tracing diangka sedang dan indikator treatment diangka memadai.



“Dengan itu, Dinkes akan menggenjot tracing yang pastinya membutuhkan kerja sama masyarakat. Tidak perlu takut dengan petugas kesehatan yang datang ke rumah, untuk melakukan tracing. Ini adalah langkah antisipasi cepat kita untuk memutus rantai penyebaran virus yang lebih panjang lagi,” ucapnya.
(hab)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2861 seconds (11.210#12.26)