Polisi Dalami Dugaan Penyekapan Wanita di Tangerang karena Tak Bisa Bayar Utang

Sabtu, 15 Januari 2022 - 08:09 WIB
loading...
Polisi Dalami Dugaan Penyekapan Wanita di Tangerang karena Tak Bisa Bayar Utang
Polisi dalami kasus dugaan penyekapan kepada Sulistyawati oleh seorang wanita berinisial F di kawasan Ciledug Indah II, Karang Tengah, Kota Tangerang. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
TANGERANG - Polisi dalami kasus dugaan penyekapan kepadaSulistyawati oleh seorang wanita berinisial F di kawasan Ciledug Indah II, Karang Tengah, Kota Tangerang .

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Komarudin menuturkan, pihaknya masih mendalami kasi dugaan penyekapan ini untuk melihat adanya indikasi lain. Baca juga: Kejaksaan Kembalikan SPDP Penyekapan Pengusaha Depok, Ini Alasannya

"Itu nanti akan kita buktikan, tentunyaberdasarkan ketarangan saksi-saksi. Sekiranya ada indikasi-indikasi lain yang dapat terungkap dalam proses penyelidikan nanti, tentunya akan kita tindak lanjuti," kata Komarudin kepada wartawan di Mapolres Metro Tangerang, Jumat 14 Januari 2022.

Untuk saat ini, terdapat empat orang yang dijadikan saksi dalam kasus ini. Dari para saksi ini nantinya dia mencari kebenaran dari peristiwa penyekapan tersebut.

"Saksi saat ini sudah empat, hari ini kita tambahan satu lagi saksi terlapor atau klarifikasi terlapor," katanya.

Selanjutnya hasil akan dikembangkan dari pemeriksaan keempat orang saksi tersebut. "Tentunya dari hasil hari ini akan ada pengembangan proses lenih lanjut lagi," sambungnya.



Diketahui sebelumnya, kejadian ini bermula ketikapelapor, Sulistiyawati meminjam uang sebesar Rp1 juta kepada terlapor, F dengan perjanjian mengembalikan sebesar Rp1,3 juta.

Namun jatuh tempo melewati tenggat waktu 10 hari, utang Sulistyawati berlipat menjadi Rp1,6 juta. Di saat ini lah F diduga melakukan aksi penyekapan.

Sulistyawati oleh F pada Jumat 7 Januari 2022 sekitar pukul 15.00 WIB disekap hingga Sabtu 8 Januari 2022 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Baca juga: Dilaporkan Terkait Penyekapan ART, Nirina Zubir Sambangi Polda Metro Jaya

"Disanalah terjadi adannya dugaan penyekapan, di mana saat itu memang belum bisa menyelesaikan atau melunasi utang-utangnya,” ujar Komarudin.

Saat penyekapan itu, Sulistyawati mengaku mendapatkan ancaman mulai dari pembunuhan hingga ingin dimutilasi oleh F. Bahkan, dalam peristiwa penyekapan, ia tidak diberikan makan dan minum selama 12 jam.

"Enggak dikasih makan, enggak dikasih minum. Saya diancam mau dibunuh dan dimutilasi," kata Sulistyawati, Sabtu (15/1/2022).
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1807 seconds (11.97#12.26)