HMI Laporkan Pilwabup Bekasi, Jubir KPK: Masih Kita Tindak Lanjuti

Selasa, 11 Januari 2022 - 18:25 WIB
loading...
HMI Laporkan Pilwabup Bekasi, Jubir KPK: Masih Kita Tindak Lanjuti
HMI Cabang Bekasi melaporkan proses Pilwabup Bekasi ke KPK. Foto/Istimewa
A A A
BEKASI - Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyatakan komitmen untuk mengawal kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait Surat Keputusan Mendagri perihal Pengesahan Penetapan Jabatan Wakil Bupati Bekasi hingga tuntas.

”Kami tegaskan bahwa HMI tetap konsisten menolak pengesahan Wabup Bekasi yang cacat prosedur itu. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” kata Fungsionaris HMI Cabang Bekasi Syahridin kepada wartawan di Cikarang, Selasa (11/1/2022).

Dia memastikan kasus laporan dugaan korupsi pada proses pemilihan hingga pelantikan Wakil Bupati Bekasi Akhmad Marjuki masih ditindaklanjuti aparat penegak hukum terkait. Baca juga: Akhmad Marjuki Resmi Tergugat Intervensi Sengketa Pilwabup Bekasi

”Soal data serta analisis kasus ini seharusnya sudah diproses. Dengan senang hati kami akan membantu penyelesaian kasus ini apabila dibutuhkan,” ujarnya.

Syahridin menilai Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat tidak mampu melaksanakan amanah undang-undang terkait mekanisme pemilihan Wakil Bupati Bekasi.

”Insya Allah HMI Bekasi akan melakukan unjuk rasa kembali di Kemendagri RI sekaligus membuka konferensi pers untuk membantu KPK RI,” ucapnya. Baca juga: Mahasiswa Tolak Akhmad Marjuki Jadi Bupati Bekasi Definitif

Dia meminta aparat penegak hukum dapat mengeksekusi pihak yang terbukti bersalah secara hukum dalam perkara ini.”Kalau memang alat buktinya sudah cukup untuk menjerat para pelaku, segera dibuka ke publik. Saya mewakili suara kader HMI dan juga masyarakat Kabupaten Bekasi dengan tegas akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” kata dia.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri memastikan pihaknya masih menindaklanjuti laporan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilayangkan aktivis mahasiswa dari HMI Bekasi.

”Setiap laporan masyarakat kami tindak lanjuti tapi semua juga pasti butuh waktu. Tim pengaduan KPK sedang verifikasi data informasi laporan untuk memastikan apakah benar ada dugaan pidana dan itu korupsi yang menjadi kewenangan kami,”katanya.



Pihaknya mempersilakan pelapor untuk menanyakan progres pelaporan melalui sejumlah kanal KPK antara lain emailpengaduan@kpk.go.idatau melalui laman KPK Whistle Blower System (KWS) yakni http:kws.kpk.go.idserta di nomor WhatsApp dan SMS yang telah disediakan.

Gelombang penolakan Surat Keputusan Mendagri itu disurakan aktivis HMI Bekasi dengan melakukan serangkaian unjuk rasa di depan Kantor Kemendagri. Puncaknya pada 3 November 2021 HMI secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi proses Pilwabup Bekasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Di PTUN Jakarta, Mendagri Tito Karnavian berstatus tergugat usai mengangkat Wakil Bupati Bekasi Akhmad Marjuki. Proses persidangan gugatan tersebut saat ini masih digelar dengan penggugat atas nama Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bekasi Tuti Nurcholifah Yasin.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1972 seconds (11.97#12.26)