Pura-pura Petugas PLN, 5 Pria Ini Rampok Brankas Warga Berisi Rp1 Miliar

Jum'at, 10 Desember 2021 - 18:55 WIB
loading...
Pura-pura Petugas PLN, 5 Pria Ini Rampok Brankas Warga Berisi Rp1 Miliar
Polres Metro Jakarta Selatan menciduk lima orang pelaku pencurian dengan modus berpura-pura sebagai petugas PLN dan petugas Dinas Pertamanan. Foto: SINDOnews/Ari Sandita
A A A
JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan menciduk lima orang pelaku pencurian dengan modus berpura-pura sebagai petugas PLN dan petugas Dinas Pertamanan. Para pelaku berhasil merampok perhiasan korban yang disimpan dalam brankas dengan nilai mencapai Rp1 miliar.

"Ada lima pelaku pencurian dengan pemberatan, kaptennya itu berinisial WN, lalu sisanya HS, BG, AR, dan AA. Modusnya mereka mengaku-aku sebagai petugas Dinas Pertamanan dan petugas PLN pada korbannya," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah, Jumat (10/12/2021).

Baca juga: Ditemukan Bersimbah Darah, Driver Ojol Tewas Mengenaskan

Pelaku mengaku sebagai petugas PLN dan petugas Pertamanan DKI Jakarta guna mengalihkan perhatian korban. Saat perhatiannya itu teralihkan, komplotan tersebut langsung beraksi dengan menguras harta benda milik korban di dalam rumah.

"Mereka memilih calon korban atau rumah yang menurut mereka di rumah tersebut bisa untuk dijadikan sasaran. Baik pemilik rumahnya dianggap lemah atau lengah, dan juga dia anggap rumah tersebut ada harta yang bisa diambil," tuturnya.

Baca juga: Tok! Rachel Vennya Divonis 4 Bulan Penjara dan Denda Rp50 Juta

Kepada polisi para pelaku mengaku sudah 3 kali melancarkan aksinya. Aksi pertama di kawasan Kramat Batu, Gandaria, pada 29 September 2021, dimana korban mengalami kerugian Rp300 juta. Aksi kedua di Perdatam, Pesanggrahan, pada 4 Oktober 2021, dimana korban mengalami kerugian Rp35 juta.

Aksi ketiga pada 16 Oktober 2021 lalu dengan korban mengalami kerugian hingga Rp1 miliar lebih setelah pelaku menggasak brangkas berisi perhiasan dan berlian. "Para pelaku kami jerat dengan Padal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Penberatan, ancaman hukumannya 7 tahun penjara," katanya.
(thm)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1497 seconds (10.55#12.26)