Bus Sekolah Tak Beroperasi Lagi, Nakes Minta Transjabodetabek Juwanda-Poris Dioperasikan

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 22:01 WIB
Bus Sekolah Tak Beroperasi Lagi, Nakes Minta Transjabodetabek Juwanda-Poris Dioperasikan
Tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit di Jakarta meminta pengelola Transjakarta kembali mengoperasikan bus Transjabodetabek rute Juwanda-Poris Plawad, Tangerang.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Tenaga kesehatan (Nakes) di sejumlah rumah sakit di Jakarta meminta pengelola Transjakarta kembali mengoperasikan bus Transjabodetabek rute Juwanda-Poris Plawad, Tangerang. Pasalnya, sejak dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), bus sekolah yang biasa menjemput nakes di daerah Tangerang kini sudah tidak beroperasi lagi.

Puji, nakes di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat menuturkan, karena tidak beroperasinya bus sekolah yang biasa menjemput nakes di daerah Tangerang para nakes yang bekerja di RS Budi Kemuliaan, RS Sumber Waras, RSCM, RSUD Tarakan, PKM Gambir, PKM Tanah Abang, dan beberapa rumah sakit di wilayah Jakarta Pusat kesulitan untuk mendapatkan akses transportasi.

"Jemputan nakes sudah tidak ada, karena bus sekolah yang biasa menjemput para nakes sejak Rabu, 13 Oktober 2021 sudah tak beroperasi. Akibatnya, teman-teman yang tinggal di daerah Islamic dan sekitarnya kesusahan akses. Kalau naik kereta pun lebih jauh dan memakan waktu," kata Puji, Jumat (15/10/2021). Baca: Ridwan Kamil Berkantor di Bekasi, Ini Sejumlah Agendanya

Saat ini, untuk bisa sampai ke tempat kerjanya Puji bisa menghabiskan ongkos sebesar Rp40.000 sekali jalan. Jika ditotal, dia harus mengeluarkan ongkos Rp80.000 setiap harinya. Jumlah tersebut belum termasuk pengeluaran untuk makan, minum dan sebagainya.



"Saya pulang kerja naik bus ke Tol Kebon Jeruk ongkosnya Rp30.000. Dari situ naik mobil ukuran 3/4 sekitar Rp10.000 atau kalau naik trans PPD ongkosnya Rp15.000 turun di daerah Islamic. Dari situ naik Gojek Rp17.000 kalau naik angkot Rp5.000 tapi lama nunggunya. Jadi pengeluaran bisa sampai Rp80.000 sehari. Jadi gajinya habis buat ongkos," ucapnya.
(hab)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2274 seconds (11.210#12.26)