Geruduk Pemkab Bekasi, Puluhan Guru Honorer Desak Kadisdik Dipecat

loading...
Geruduk Pemkab Bekasi, Puluhan Guru Honorer Desak Kadisdik Dipecat
Puluhan guru honorer menggeruduk Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/9/2021). Foto: SINDOnews/Abdullah M Surjaya
BEKASI - Puluhan guru honorer menggeruduk Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi di Jalan Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/9/2021). Mereka mendesak pemerintah daerah setempatmemecat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Carwinda.

Dengan memakai seragam, puluhan guru honorer membawa bendera bertahan di pintu masuk dan meminta pemerintah segera menindaklanjuti tuntutan guru yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi. Bahkan, mereka akan terus melakukan aksi dan menginap hingga tuntutannya dikabulkan.
Baca juga: Kemendikbud Harus Jelaskan Kabar Penutupan Slot CPNS untuk Guru Honorer di 2022

Dalam orasinya, Ketua FPHI Kabupaten Bekasi Andi Heriyana meminta Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan segera mengevaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. ”Karena banyak dosa sejarah dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Salah satu permasalahan yakni dana BOS Regular yang bersumber dari APBN banyak bermasalah. Misalnya, dana disunat yang harus diterima GTK di tiap sekolah, GTK Non ASN banyak mengalami pemotongan dana BOS Pusat. ”Ini pungli dan jadi gratifikasi. Patut diduga Dinas Pendidikan menjadi sarang mafia dan sindikat,” tegasnya.
Baca juga: Formasi Guru PNS 2022 Bakal Ditiadakan, P2G: Nasib Guru Honorer Makin Suram



Mereka juga menuntut pemerintah segera mengangkat GTK Non ASN baru tanpa masa pengabdian, sementara GTK Non ASN (Guru dan Tenaga Kependidikan) yang telah puluhan tahun mengabdi diabaikan. Pengangkatan GTK Non ASN baru itu berbau kongkalikong.

Andi menduga Carwinda lebih asyik jualan rumah kepada GTK Non ASN yang disinyalir berbau uang ketimbang melakukan kerja profesional dan kerja fokus atas tugasnya sebagai Kadisdik. Hampir tiap kecamatan beredar seruan agar GTK beli rumah, ini artinya kerja tidak fokus dan tidak profesional.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top