Ampuh Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Dilanjutkan Sepekan

loading...
Ampuh Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Dilanjutkan Sepekan
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memutuskan menerapkan sistem ganjil genap selama sepekan. MPI/Putra Ramadhani Astyawan
BOGOR - Satgas COVID-19 Kota Bogor memutuskan untuk memperpanjang aturan ganjil genap selama sepekan ke depan terhitung mulai 26 Juli-1 Agustus 2021. Keputusan ini menyusul efektivitas ganjil genap untuk menekan mobilitas masyarakat.

"Satgas Kota Bogor memperpanjang ganjil genap pada hari kerja, tidak hanya hari weekend dan ini akan berlangsung selama satu minggu ke depan," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan, Minggu (25/7/2021).

Ganjil genap ini diharapkan dapat lebih mengatur mobilitas masyarakat di wilayah Kota Bogor. Karena itu, perlu dukungan dari semua elemen masyarakat. (Baca juga; Suasana Ganjil Genap Hari Terakhir di Kota Bogor saat Perpanjangan PPKM Darurat )

"Mengapa ini kami lakukan? Sekali lagi, kami ingin mengubah dari melarang jadi mengatur. Mengatur agar masyarakat menahan diri satu hari untuk tidak keluar untuk membelanjakan kebutuhan dan sebagainya. Keberhasilan kita mengatasi COVID-19 ini sangat bergantung pada masyarakat," ungkap Susatyo.



Terkait aturan, tetap sama dengan ganjil genap sebelumnya dengan 17 titik check point selama 24 jam secara situasional. Dalam hal ini, petugas juga akan memantau sentra perdagangan apakah ganjil genap sejalan dengan angka pengunjung.

"(Aturan) masih sama. Kami akan tetap memberlakukan 24 jam pada 17 titik sekat dengan 4 pola. Nah ini yang menjadi pertimbangan apakah pada ruas-ruas tertentu, pada pola A, pola B, pola C, pola D yang akan kami laksanakan," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa ganjil genap memanh cukup efektif menekan mobilitas. Terlihat, ada penurunan kasus COVID-19 meski belum terlalu signifikan. (Baca juga; Bima Arya Ngaku Dapat Bocoran soal Perpanjangan PPKM Darurat )

"Angka kesembuhan juga naik. Jadi kami melihat mobilitas warga ini perlu terus ditekan lagi karena trennya sudah bagus. Itu yang mendasari kami melanjutkan ganjil genap," tutur Bima.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top