Jelang Sekolah Tatap Muka, Covid-19 Menggila di Kota Tangerang

loading...
Jelang Sekolah Tatap Muka, Covid-19 Menggila di Kota Tangerang
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka di sekolahnya. Foto: Dok/SINDOnews
TANGERANG - Jelang dibukanya kembali sekolah tatap muka secara terbatas, kasus baru Covid-19 di wilayah Kota Tangerang, melonjak. Kasus terbanyak ditemukan di Kelurahan Gerendeng dan Gandasari.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, kasus itu terungkap setelah testing dan tracing dilakukan sejak PPKM Mikro.



"Testing dan tracking dilakukan hampir setiap hari, untuk mendapatkan hasil yang akurat," ujarnya, Rabu (9/7/2021).

Baca juga: Begini Protokol Kesehatan pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Dari hasil tracking itu, diketahui adanya klaster RW di wilayah Gerendeng dan Gandasari yang diakibatkan aktivitas mudik Lebaran. Enggannya warga melapor jadi malapetaka bagi yang lain.

"Hasilnya ditemukan kasus yang saat ini terjadi di satu RW Kelurahan Gerendeng dan Kelurahan Gandasari," ungkapnya.

Baca juga: Gara-gara Kerja Bakti, 90 Orang di RW 06 Kelapa Dua Terpapar Covid-19

Penularan semakin cepat dengan warga yang mengabaikan protokol kesehatan saat melakukan silaturahmi dan menggelar pesta pernikahan di masa Covid-19, sehingga mudah tertular OTG.

"Ada penambahan 29 kasus baru positif Covid-19 di wilayah Kelurahan Gerendeng, usai dilakukan rapid tes antigen di wilayah tersebut. Total kasus positif hingga kini 59 kasus," tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaludin, sebelumnya mengatakan, rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang masih tetap sesuai rencana pada pertengan Juni sesuai keputusan Kementerian Pendidikan dan Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek ). Meskipun kasus Covid-19 masih belum stabil, namun rencana belajar tatap muka untuk siswa SD dan SMP masih sama seperti yang telah ditetapkan.



"Kalau sesuai dengan rencana, belajar tatap muka tetap akan dijalankan. Tetapi, kondisi tersebut masih juga melihat keputusan dari pusat. Jika tidak ada perubahan, maka akan dijalankan sesuai dengan aturan," katanya.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top