Menuju 100 Smart City Indonesia, Bima Arya Evaluasi Total Kota Bogor

loading...
Menuju 100 Smart City Indonesia, Bima Arya Evaluasi Total Kota Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya, memberikan beberapa evaluasi terkait implementasi lapangan konsep Smart City Kota Bogor. SINDOnews/Haryudi
BOGOR - Wali Kota Bogor , Bima Arya, memberikan beberapa evaluasi terkait implementasi lapangan konsep Smart City Kota Bogor. Hal itu dilakukan untuk menuju 100 Smart City Indonesia tahap I.

"Ketika pertama kali tugas menjadi Wali Kota, kami langsung dihadapkan pada kompetensi dan berbagai macam forum Smart City yang ada di mana-mana, tidak hanya di Indonesia tapi konferensi internasional," ujar Bima Arya, Kamis (3/6/2021). (Baca juga; Pemkab Bogor Bersolek, Rp250 Miliar untuk Percantik Kawasan Cibinong Raya )

Bima Arya mengatakan, hari ini dirinya melihat ada kecenderungan kejenuhan akibat banyak hal yang tentu saja harus dikembalikan lagi semuanya pada spirit awalnya Smart City. Dia pun mengingatkan adanya tiga aspek penting Smart City, sebut saja efisien, transparansi, dan partisipasi.

"Smart City harus membawa pelayanan publik lebih efisien, Smart City juga harus membawa transparansi sehingga ada kontrol dari publik dalam setiap kegiatan, penggunaan APBD dan lainnya, ketiga aspek harus membuka ruang partisipasi dari pentahelix," jelasnya.

Bima Arya menuturkan, alumni psikologi membuat kajian kenapa Smart City stuck atau jalan di tempat di banyak daerah. Sebab, hanya bicara fisikal, kolaborasi tidak dibangun dan ini turut menjelaskan kenapa selama tujuh tahun e-surat tidak berjalan, padahal tujuh tahun lalu Telkom sudah menawarkan bantuan.

"Ada Dewan Smart City yang harusnya bisa menguatkan Smart City. Waktu saya tinggal tiga tahun lagi di Kota Bogor, penghargaan dan peringkat harus dikejar tapi bukan segalanya, lebih baik saya wariskan e-surat dengan sistem yang sudah kokoh, Si-Badra yang sudah sistemik, dan penguatan tiga identitas Bogor Green City, Heritage City dan Smart City karena keberlanjutan itu penting," tegasnya.



Ia melanjutkan, evaluasi ini harus ditempatkan pada 3+1 yakni efisien, transparansi, partisipasi keberlanjutan dan terakhir tidak perlu banyak-banyak karena akan lebih baik beberapa program berjalan daripada kuantitas banyak namun tidak berjalan. "Itu evaluasi saya, mudah-mudahan bisa jadi bahan ke depan lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, kegiatan evaluasi ini dilakukan dua hari. Pada hari pertama paparan dari pembimbing dan hari kedua kunjungan secara virtual. (Baca juga; Hari Jadi Bogor ke-539, Bima Arya Kunjungi Nenek Tertua dengan Usia 111 Tahun )

Evaluasi ini mencakup enam dimensi sebut saja, smart lingkungan, smart governance, smart living, smart society, smart economy dan smart branding. "Evaluasi ini semoga memberikan hasil yang terbaik bagi Kota Bogor, karena Kota Bogor merupakan kota pertama yang mengikuti 100 Smart City di Indonesia dan bisa semakin meningkatkan kinerja Smart City di Kota Bogor," katanya.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top