Kasus COVID-19 Perumahan Griya Melati Bogor Jadi 60 Orang, Bima Arya Tetapkan Sebagai KLB

loading...
Kasus COVID-19 Perumahan Griya Melati Bogor Jadi 60 Orang, Bima Arya Tetapkan Sebagai KLB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Perumahan Griya Melati Bogor kembali bertambah jadi 60 orang. Foto/SINDOnews/Haryudi
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Perumahan Griya Melati Bogor kembali bertambah jadi 60 orang. Pemerintah Kota Bogor menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

"Selama ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), yang kemarin menjalani rapid test antigen hari ini diwajibkan PCR lagi. Hasilnya jadi bertambah yang sebelumnya 58 orang jadi 60 orang," kata Bima Arya di Balaikota Bogor, Senin (24/5/2021).

Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor menegaskan, seluruh kontak erat yang sebelumnya menjalani rapid antigen diwajibkan PCR. Selain berstatus KLB, juga karena antigen tidak sepenuhnya valid. (Baca juga; Positif Covid-19, 57 Warga Griya Melati Bogor Jalani Karantina di Pusat Isolasi BPKP Ciawi )

"Jadi perlu diulang, karena antigen ini langkah kedua sesuai dengan kordinasi Kemenkes. Selain itu agar semua yang positif kembali menjalani proses isolasi mandiri tidak dilakukan di kediaman karena dikhawatirkan akan terjadi penularan risiko," ungkapnya.

Tak lupa Bima Arya juga menyampaikan terima kasih kepada aparatur RT/RW di Perumah Griya Melati Bogor yang sudah bergerak cepat sehingga kasus ini cepat tertangani. (Baca juga; Wakil Wali Kota Bogor Nilai Isolasi Mandiri Tak Aman, Kasus COVID-19 di Griya Melati Jadi 46 Orang )

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Condro Purnomo menambahkan, dengan ditetapkannya KLB kasus Covid-19 di Griya Melati, maka sesuai ketentuan dari pemerintah penanganan itu ada di tingkat RT.



"Maka dari itu Perumahan Griya Melati kami anggap sebagai karantina area terbatas, untuk mencegah penyebaran bagi warga lainnya, kita mengacu kepada analisa hasil pelacakan kontak erat," jelasnya.

Menurutnya, bagi mereka yang sakit penanganannya oleh Dinkes Kota Bogor, namun demikian untuk yang sehat, dilakukan berdasarkan empat kategori.

"Tentunya kita mengacu kepada hasil analisis dari tim dinkes untuk melacak kontak erat, sehingga kami dari Satgas COVID-19 agar menyampaikan informasi ini sebenar-benarnya kepada para tetangga agar tidak sampai tertular," tegasnya.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top