alexametrics

Putus Mata Rantai Corona, Pemkot Jakut Ajak Warga Takbiran Virtual

loading...
Putus Mata Rantai Corona, Pemkot Jakut Ajak Warga Takbiran Virtual
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, biasanya masyarakat di Ibu Kota menggelar takbiran keliling. Namun karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19, malam takbiran kini menjadi sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk tetap memeriahkan malam takbiran nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menawarkan malam takbiran yang sedikit berbeda dari sebelumnya tanpa harus menggelar takbir keliling. Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko mengadakan takbir virtual dari Masjid Raya Al Musyawarah di Kelapa Gading.

"Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Untuk itu, kami mengimbau agar masyarakat tidak menggelar tradisi takbir keliling yang biasa dilakukan sebelumnya. Mari kita bersama laksanakan gerakan di rumahku, takbirku" katanya saat dikonfirmasi Sabtu, (23/5/2020). (Baca juga:Langgar PSBB, Ratusan Motor Terparkir di Pasar Balimester Jatinegara Dicabut Pentil)



Menurut Sigit takbir keliling itu akan mengundang banyak sekali kerumunan orang dan hal tersebut akan mempermudah penyebaran Covid-19. "Biasanya disetiap kerumunan akan sangat sulit sekali menjaga protokol PSBB, dimana physical distancing menjadi sangat sulit dilakukan dan bisa menjadi sebuah ancaman penyebaran Covid-19," terangnya.

Untuk itu, Sigit mengimbau agar masyarakat mau ikut serta dalam takbir virtual yang akan diselenggarakan secara masal di seluruh wilayah Jakarta Utara. "Takbiran Jakarta Utara di tahun 1441H kali ini kita lakukan secara berbeda, yakni secara online. Pusatnya di Masjid Raya Al Musyawarah, Kelapa Gading," tuturnya. (Baca juga:9 Ekor Piton yang Ditangkap Dilepas ke Habitatnya)

Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Utara Agus Muslim mengatakan takbir keliling dapat memicu cepatnya penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta. Setiap individu menjadi mudah terjangkit Covid-19 akibat adanya kerumunan.“Kita harus tetap berikhtiar menjaga diri kita, keluarga kita, saudara kita dan masyarakat secara menyeluruh dari bahaya Covid-19 ini. Kerumunan sangat sulit untuk menerapkan jaga jarak interaksi fisik dan sosial." kata Agus.

Untuk itu Agus menyarankannya agar takbir hanya digelar di masjid, musala atau pun langgar dengan pengeras suara. Itu pun hanya dapat dilakukan oleh pengurus majelis taklim setempat saja, tidak untuk masyarakat luas. “Kami menyarankan takbir hanya di masjid, musala dan langgar saja dengan pengeras suara. Itu pun hanya boleh dilakukan oleh pengurus majelis taklim. Warga takbiran di rumah bersama keluarga,” tutupnya.

Perlu diketahui bersama, Pemerintah Kota Madya Jakarta Utara akan melaksanakan takbir virtual yang disiarkan dari sejumlah Masjid. Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko akan berada di Masjid Raya Al Musyawarah Kelapa Gading dan Masjid Baitul Hikmah Sunter Agung.

Untuk Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim akan berada di Masjid Al Hamra Lagoa dan Masjid Al Ikhlas Cilincing, sementara Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Desi Putra berada di Masjid Al Ikhsan Pademangan Timur dan Masjid Miftahussalam Penjaringan.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak