Penyelundupan Benih Lobster dari Bandara Soetta Sudah 7 Kali Lolos Karantina

loading...
Penyelundupan Benih Lobster dari Bandara Soetta Sudah 7 Kali Lolos Karantina
Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra saat konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan benih lobster. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
TANGERANG - Penyelundupan benih lobster dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, ternyata sudah berhasil lolos karantina sebanyak tujuh kali.

Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, dari tujuh pengiriman itu satu pengiriman sebanyak 8 bok berisi benih lobster dibatalkan. Sedangkan enam lainnya berhasil dikirim ke Singapura.

Baca juga: Ciduk 4 Pelaku, Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp7 Miliar ke Singapura

Benih-benih lobster itu dikirim untuk dibesarkan dan dijadikan konsumsi makanan setelah cukup usia. Dari Singapura, diduga benih lobster itu dikirim ke Vietnam untuk dibesarkan di sana.

"Mereka sudah beberapa kali mengirim, ini upaya yang ke delapan kali. Tujuannya ke Singapura. Jadi, benih lobster dibesarkan dulu, baru dijadikan makanan," kata Kapolres, Selasa (4/5/2021).



Benih-benih lobster tersebut diambil dari wilayaj Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Dari Teluknaga, benih lobster dibungkus plastik oleh agensi dan dikirimkan dengan dicampur sayuran jenis selada air.

Baca juga: Terungkap! Begini Modus Lihai para Penyelundup Benih Lobster

Berdasarkan catatan kepolisian, pengiriman benih lobster itu dilakukan pada 18 Maret, 20 Maret, 27 Maret, 29 Maret, 31 Maret (dicancel), 2 April, 5 April, dan terakhir 6 April.

Pada pegiriman 6 April itu, Kepolisian Bandara Soetta berhasil mengamankan sebanyak 72.228 benih lobster senilai Rp7 miliar lebih. Dari total itu, sebanyak 72.105 ekor berjenis lobster pasir dan 183 ekor lobster mutiara.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta I Soetta, Habrin Yake mengakui telah kebobolan tujuh kali pengiriman benih lobster itu.



"Modusnya memang dipenyelundupan ini memanfaatkan kondisi Covid-19, petugas kami tidak mampu meng-cover seluruh yang ada di gudang, yang dibawa itu ada yang 3 koli keluar," jelas Habrin, di Bandara Soetta.

Pengiriman benih lobster ke luar negeri dilarang. Namun, menjadi dilematis karena sentra pembesaran benih lobster di Indonesia baru ada satu di wilayah Mataram.

"Dari benih sampai dengan ukuran yang bisa dikonsumsi jenis pasir 150 gram, mutiara 200 gram, butuh waktu 9 bulan sampai 1 tahun. Untuk itu, lagi dikembangkan sentra produksi lobster, di wikayh Mataram," pungkasnya.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top