Mudik Dilarang, Bupati Bogor Ade Yasin: Camat hingga RT/RW Bertanggung Jawab

loading...
Mudik Dilarang, Bupati Bogor Ade Yasin: Camat hingga RT/RW Bertanggung Jawab
Bupati Bogor Ade Yasin. Foto: SINDOnews/Dok
BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kebijakan larangan mudik Lebaran . Sebab sukses tidaknya larangan mudik itu ada pada aparat pemerintah daerah.

"Dalam menjalankan kebijakan ini perlu perpanjangan tangan, seperti para camat yang juga nantinya bisa mengendalikan semua sampai ke tingkat Desa, RT, dan RW," ungkapnya, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya, saat ini pemberlakuan PPKM masih berskala mikro, dimana harus betul-betul memahami kondisi di wilayah hingga tingkat RT dan RW.

“Termasuk juga mengantisipasi kegiatan mudik yang dilarang pemerintah. Kegiatan mudik sudah dilarang oleh pemerintah pusat mulai tanggal 6 sampai 17 Mei. Pelaksanaannya ada di kita, di daerah. Kita lah yang bertanggung jawab atas sukses tidaknya kebijakan larangan mudik,” ungkapnya.

Ade Yasin kembali mengingatkan beberapa poin yang harus diperhatikan. Untuk di jalan-jalan yang sudah persiapkan yakni tugasnya TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, dan pihak terkait lainnya.



Baca juga: Pemudik Jabodetabek Wajib Vaksin atau Tes Antigen, Bogor Siapkan 7 Titik Penyekatan di Perbatasan

"Kita mengenal adanya check point di jalan-jalan perbatasan kota. Terdapat 8 pos jaga di jalan raya besar,"

Ade Yasin merinci 8 check point diperbatasan kota itu, yakni perbatasan dengan Kota Bekasi danperbatasan Kabupaten Bekasi di Cileungsi, perbatasan Kota Depok di Cibinong, perbatasan Kota Depok di Parung, perbatasan Kabupaten Tangerang di Parung Panjang, perbatasan Kota Lebak Banten di Jasinga, perbatasan Kabupaten Cianjur di Puncak, dan perbatasan Kabupaten Sukabumi di Cigombong.

“Untuk jalan atau jalur yang kecil-kecil, ini juga tanggung jawab kita bersama, jika ada yang ketahuan mudik melalui jalur ini, kita tanya dan identifikasi, apakah ada keterangan sudah vaksin, surat keterangan rapid antigen atau PCR Swab melaui RT/RW dan dilaporkan ke satgas tingkat kecamatan,” katanya.

Untuk karantina, tambah Ade Yasin, warga yang kedapatan mudik sudah disiapkan rumah isolasi di pusat isolasi Cibogo dan Kemang, karena kondisinya saat ini sudah kosong.



"Kita harus maksimalkan kegiatan penyekatan mudik ini secara efektif, termasuk daerah-daerah tempat wisata," kata Ade.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top