Bongkar Dugaan Korupsi Damkar Depok, Razman: Satu Sepatu Di-Mark Up Rp500 Ribu

loading...
Bongkar Dugaan Korupsi Damkar Depok, Razman: Satu Sepatu Di-Mark Up Rp500 Ribu
Kuasa hukum Sandi Butar Butar, Razman Arif Nasution memberikan keterangan mengenai dugaan korupsi Dinas Damkar Kota Depok di kantornya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021). Foto: MPI/Ariedwi Satrio
JAKARTA - Pegawai honorer Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok Sandi Butar Butar menggandeng Razman Arif Nasution untuk menjadi kuasa hukumnya. Kepada Razman, dia membeberkan sejumlah dugaan korupsi di tempatnya bekerja.

Dugaan korupsi itu meliputi pengadaan sepatu hingga Pakaian Dinas Lapangan (PDL) petugas Damkar Depok.
Baca juga: Diperiksa Jaksa, Danru Damkar Depok Sebut Tidak Ada Pemotongan Dana Covid-19

Razman mengatakan, satu sepatu petugas Damkar Depok diduga dikorupsi berkisar Rp500 ribu. "Ternyata satu sepatu itu bisa dikorupsi sekitar setengah harganya dari harga pagu anggarannya. Saya lihat itu (pagu anggarannya) Rp850 ribu dan ternyata dicek harganya (sepatu yang dibeli) sekitar Rp400 ribu atau Rp300 ribuan," ujarnya di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021).

"Satu sepatu bisa diduga di-mark up sebesar Rp500 ribu kali 150 karyawan Damkar pada 2018-2019 sebelum Covid-19," sambungnya.
Baca juga: Semerbak Bunga Dukungan untuk Polres Depok Bongkar Dugaan Korupsi Damkar

Sandi menambahkan soal dugaan korupsi pengadaan PDL untuk petugas Damkar Depok, dirinya hanya mendapatkan PDL satu kali sejak 2019 hingga saat ini. Atas dasar itu, dia mencurigai dugaan korupsi pengadaan PDL petugas Damkar Depok.



"Intinya dapat itu terakhir 2018 atau kalau engga salah 2019 awal aja. Itu katanya pengadaan 2018, tapi diberikannya 2019," kata Sandi.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top