Mobil Ditabrak Pemotor Ngaku Ormas di Ciputat, Pemiliknya Malah Diinjak-injak

loading...
Mobil Ditabrak Pemotor Ngaku Ormas di Ciputat, Pemiliknya Malah Diinjak-injak
Mobil diduga dirusak oknum anggota ormas di Jalan WR Supratman, Ciputat, tepatnya Graha Hijau 2, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Foto: Ist
TANGERANG SELATAN - Aksi premanisme yang diduga dilakukan oknum anggota ormas terjadi di Jalan WR Supratman, Ciputat, tepatnya Graha Hijau 2, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diungkapkan Dea Dewi dalam grup Facebook Bintaro. Dalam postingannya, dia mengatakan, mobil yang dikendarai suaminya ditabrak dari belakang oleh pengendara motor Yamaha RX King.
Baca juga: Kasus Mafia Tanah di Bungur Jakpus, Polisi Tangkap 3 Otak Intelektual Aksi Premanisme

"Mohon dilolosin min. Barangkali di sini, ada anggota FBR Bintaro mohon bantuannya. Kejadian tadi sore, mobil suami saya ditabrak ormas FBR dari belakang," kata Dea Dewi yang dikutip dari Facebook, Selasa (13/4/2021).

Yang mengenaskan, saat akan dimintai ganti rugi akibat kerusakan mobilnya, pengendara motor yang mengaku dan memakai atribut ormas malah menyerang korban. Rekan-rekan korban lain juga ikut menyerang dan mengeroyok korban.

"Dimintain pertanggung jawabannya malah suami saya dikeroyok berlima, dipukulin dan diinjak-injak kepalanya. Mohon itikad baiknya. Dia pakai motor RX King. Orangnya gondrong, hitam pakai topi, dan pakai baju FBR," sambung pemilik akun Dea Dewi.



Dia merinci ciri-ciri kedua pelaku yang merujuk pada identitasnya. Pelaku yang memakai atribut ormas dipanggil Lek. Sedangkan, orang yang memakai atribut Sotokaw 212 dipanggil Li. Usai memukuli korban, pelaku langsung kabur.

"Yang tiga lainnya pakai baju biasa dan posisi mereka sedang bawa baliho. Kejadiannya di Jalan WR Supratman, Ciputat, Graha Hijau 2," tambah Dea.
Baca juga: Polres Metro Jakarta Pusat Gaungkan Zero Premanisme

Usai peristiwa itu, korban tidak langsung melapor ke kepolisian setempat dan membuat visum atas luka yang dialaminya. Sebaliknya, dia malah mengadukannya ke grup Facebook Bintaro.

Saat dihubungi melalui pesan ke akun tersebut, Dea tidak memberikan balasan. Dia juga tidak membuka pesan, namun malah asyik membalas chat balasan warganet atas statusnya itu. Sejumlah netizen menyarankan korban melapor ke polisi.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Ciputat Timur AKP Hitler Napitupulu mengatakan, hingga kini belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. "Di Ciputat tidak ada. Sampai sekarang tidak ada. Silakan saja melapor," ucapnya.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top