Viral, Seorang Pria Membobol Kotak Amal Terekam CCTV

Rabu, 24 Maret 2021 - 15:03 WIB
loading...
Viral, Seorang Pria Membobol Kotak Amal Terekam CCTV
Seorang pria terekam kamera CCTV ketika membobol kotak amal di Musaola Baitul Tauhid, Kampung Bogor Kepu, RT 002 RW 013, Desa Pusakarakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Foto/Istimewa/Rekaman CCTV
A A A
BEKASI - Seorang pria terekam kamera CCTV saat membobol kotak amal di Musala Baitul Tauhid, Kampung Bogor Kepu, RT 002 RW 013, Desa Pusakarakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Rekaman video aksi tercela pria itu pun viral setelah diunggah oleh akun Instagram @bekasi.terkini.

Dalam video tersebut, terlihat pelaku sedang mengawasi daerah sekitar sambil melihat ke arah luar jendela musala. Tidak lama kemudian, pelaku langsung membuka kotak sembari melihat isinya di dalam kotak tersebut. Lantaran kotak amal itu tidak ada uang di dalamnya, pelaku dengan cepat mengambil dua gembok yang sudah ditaruh di lemari.

Pria itu memasang kembali dua gembok tersebut ke kotak amal. Setelah itu, pelaku meninggalkan musala tanpa membawa hasil apa pun. Aksi yang dilakukan oleh pelaku tersebut langsung dihujat dan banyak dikomentari dengan nada kesal oleh warganet. (Baca juga; Uang Kotak Amal di RSUD Muyang Kute Digasak Orang, Aksinya Terekam CCTV )

Kanit Reskrim Polsek Tarumajaya, Hari Prayogo mengatakan, pelaku bernama Hasanudin kedapatan sedang membobol kotak amal di musala tersebut. Menurut dia, kejadian itu terjadi diketahui sekitar pukul 14.00 WIB pada Jumat 19 Maret 2021. Pelaku kepergok oleh warga setempat ketika sudah keluar dari musala tersebut.

”Dia kepergok sama ibu-ibu, dia langsung lari. Jadi yang kepergok saat keluar musala, bukan pada saat mainnya (membobol),” katanya. Lantaran aksinya diketahui oleh warga setempat, pengurus musala mengamankan pelaku dan melaporkan ke Polsek Tarumajaya. (Baca juga; Curi Kotak Amal di Mushola, Pria Ini Babak Belur Dihajar Warga )

Namun, dari kejadian itu pengurus musala tidak melanjutkan permasalahan itu dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Menurut dia, pihak pengurus musala yang memilih untuk tidak membuat laporan terhadap pelaku lantaran tidak ada barang maupun uang yang diambil oleh pelaku.

”Jadi kalau kita bicara tentang kerugian, berbicara pelaporan itu dari pihak musala intinya diserahkan ke polisi. Sebab, dari pihaknya belum ada kerugian, selain yang hanya dicongkelnya saja,” ungkapnya. Apalagi, pihak yang dirugikan enggan melaporkan dan kasus ini tidak dilanjutkan ke tingkat penyidikan.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3030 seconds (11.210#12.26)