Bawa Bendera Ormas Kedaerahan, Gerombolan Bermotor Begal dan Jarah Warung di Tangsel

loading...
Bawa Bendera Ormas Kedaerahan, Gerombolan Bermotor Begal dan Jarah Warung di Tangsel
Gerombolan pria bermotor yang tergabung dalam ormas kedaerahan melakukan aksi begal dan menjarah warung rokok di Tangsel. Foto/SINDOnews
TANGERANG SELATAN - Seorang pria dilaporkan menjadi korban begal dan penganiayaan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam ormas kedaerahan di Gang Anggrek, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tadi malam.

Dalam peristiwa itu, satu unit sepeda motor RX King dikabarkan hilang. Diduga, pelaku penganiayaan dan pembegalan ini sama dengan gerombolan yang melakukan pembakaran posko Pemuda Pancasila (PP), di Jalan Setiabudi, Pondok Kacang Timur. Baca juga: Polisi Amankan Dua Pemuda Bercelurit di Danau Sunter

Fahri,22, salah seorang warga mengatakan, tidak lama setelah pembakaran posko PP, seorang pria minta tolong ke posko. Dia mengaku telah dianiaya di Gang Anggrek oleh gerombolan pria bermotor. "Jadi selang berapa menit kejadian di sini, di Gang Anggrek ada kejadian. Katanya ada anak motor, dia diserang, motornya diambil RX King. Katanya lagi nongkrong di Gang Anggrek tiba-tiba diserang," kata Fahri, kepada SINDOnews, Minggu (7/3/2021). Baca juga: Pulang Kerja, Pemuda 19 Tahun Ini Dibacok Begal di Bekasi

Dilanjutkan dia, pelaku menggunakan lima motor dan tiap satu motor ada yang bonceng dua, hingga tiga orang. Dalam aksinya, kelompok pria tidak dikenal ini membawa-bawa bendera ormas. "Katanya pelaku lima orang, bonceng tiga dan dua. Ya, dipukulin motornya lalu ditinggal. Dia kabur, pas balik lagi motornya sudah gak ada. Kalau dari pengakuannya, yang di Gang Anggrek itu membawa bendera FBR diseret-seret, terus ditinggal," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi Gang Anggrek, tampak situasi kondusif. Tidak ada kerumunan orang maupun garis polisi. Warga di sekitar tampak beraktivitas normal seperti biasanya. Salah satu seorang pedagang yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, saat pulang kerja sekira jam 1 malam, dirinya sempat mendengar suara keributan. Namun, dia mengaku tidak berani melihat. Baca juga: Waspada Modus Begal Sadis dengan Memanfaatkan Anak-anak



Ternyata, mereka melakukan penjarahan rokok. "Kalau ormas tidak mungkin melakukan penjarahan. Semuanya ada di sini. Ya FBR, PP, semua suka ke sini. Saya tidak dengar jelas teriakannya. Saat itu, saya baru pulang kerja dari belakang," ungkapnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren AKP Sumiran membenarkan adanya peristiwa itu. Namun, pihaknya masih belum mengetahui apakah gerombolan di Gang Anggrek itu sama dengan yang melakukan pembakaran posko PP sebelumnya. "Belum terdeteksi mas," pungkas.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top