Adaptasi Kebiasaan Baru, Founder & CEO Iconomics Bram: Asah Keahlian di Masa Transisi

loading...
Adaptasi Kebiasaan Baru, Founder & CEO Iconomics Bram: Asah Keahlian di Masa Transisi
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah berjalan 1 tahun lebih. Saat ini pemerintah Indonesia tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19, tak terkecuali di DKI Jakarta. Bahkan, masa pandemi ini juga mengubah perilaku masyarakat di Jakarta khususnya.

Masyarakat harus melakukan adaptasi kebiasaan baru . Dan kebiasaan baru tersebut kemungkinan besar akan terus dibawa pada fase vaksinasi maupun pasca vaksinasi Covid-19.

Tidak hanya masyarakat, seluruh sektor pun dipaksa melakukan adaptasi. Tak terkecuali aktivitas-aktivitas kehumasan atau public relations (PR). Adanya Covid-19 ini mengharuskan praktisi PR untuk memaksimalkan berbagai platform media, khususnya platform-platform digital. Komunikasi-komunikasi yang sebelumnya bertatap muka langsung bergeser menjadi tatap muka online.
Baca juga: Tren Workplace di Rumah pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

“Tidak ada pilihan lain selain beradaptasi. Humas harus beradaptasi, mengadopsi teknologi baru dan harus terus mengasah keahliannya di masa transisi,” kata Founder & CEO Iconomics Bram S Putro dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).

Menurut dia, pandemi Covid-19 adalah game changer bagi PR karena telah memaksanya untuk berubah. Demikian pula vaksinasi Covid-19 juga akan menjadi game changer bagi PR.



Namun demikian, dalam kondisi apapun narasi-narasi PR harus tetap fokus dan selaras dengan target-target yang sudah dicanangkan oleh perusahaan/organisasinya. PR harus memanfaatkan momentum saat ini di mana komunikasi dan interaksi dengan stakeholder menggunakan teknologi digital. Pada momentum inilah maka jangkauan komunikasi tersebut tidak terbatas oleh ruang dan waktu, jauh maupun dekat.
Baca juga: Berkarya, Berinovasi, dan Meningkatkan Produktivitas di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Senada dengan CEO Iconomics, Wakil Ketua Umum III BPP Perhumas Boy Kelana Soebroto mengatakan, adanya pandemi dan vaksinasi sebagai game changer akan terbentuk kebiasaan dan ekspektasi baru, melahirkan industri-industri baru dan mengharuskan pelayanan yang holistik.

Menurut Boy, sebagai insan PR harus menyiapkan pengalaman PR yang lebih baik lagi, misalkan dengan layanan online yang lebih inovatif. Banyak sekali layanan online yang menjamur setahun belakangan dan rasanya sebagai audiens akan bosan bila itu saja acaranya. Karena itu, harus ada pengalaman online yang inovatif.

Lalu, insan PR juga harus optimasi touchpoint offline yang memberikan pengalaman yang menyenangkan (delightful experience) kepada customer. Dan yang terakhir adalah memberikan superior customer experience kepada seluruh customer di masa seperti ini.

"Artinya ekspektasinya itu akan meningkat dari audiensi kita sehingga kita harus memberikan experience mereka semua,” kata Boy.



Selain Wakil Ketua Umum III BPP Perhumas, paparan mengenai outlook PR 2021 juga dilakukan Dante Saksono Harbuwono selaku Wakil Menteri Kesehatan; Tina Talisa selaku Juru Bicara Badan Koordinasi Penanaman Modal; Nila Marita selaku Chief of Corporate Affairs GOJEK; Hera F Haryn selaku EVP Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia (Persero) Tbk; Agung Murdifi selaku Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT Perusahaan Listrik Negara (Persero); Ratna Ningrum selaku Senior Vice President Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk; dan Pujo Pramono selaku Vice President Corporate Communication PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top