Jembatan Merah Bogor, Tempat Kongkow Gubernur Jenderal Hindia Belanda Sambil Makan Doclang

Jum'at, 05 Maret 2021 - 07:10 WIB
loading...
Jembatan Merah Bogor, Tempat Kongkow Gubernur Jenderal Hindia Belanda Sambil Makan Doclang
Jembatan Merah, Kota Bogor. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jembatan Merah , Kota Bogor yang dibangun melintasi Sungai Cipakancilan sudah ada sejak tahun 1800-an, yaitu masa ketika penjajah Belanda berkuasa. Jembatan itu menghubungkan Jalan Kapten Muslihat, Merdeka, dan Panaragan.

Menurut buku Catatan Sejarah Bogor karangan Alm Bapak Saleh Dasasminta, Cipakancilan dibuat oleh Kanjeng Aria Natangegara (seorang demang di Kampoeng Baroe) pada tahun 1776.
Baca juga: Kuburan Massal Tentara Belanda dan Sejarah Berdirinya Kelenteng Sian Djin Kupoh

Tujuan pembuatan sungai ini antara lain untuk mengaliri persawahan di utara Dayeuh Bogor seperti Kebon Pedes, Cilebut sampai Bojong Gede, Depok dan berakhir di Sungai Ciliwung.

Alur Cipakancilan kemudian dipecah menjadi kanal Cidepit yang pembagian airnya dimulai di daerah yang sekarang menjadi Manterena Lebak.
Jembatan Merah Bogor, Tempat Kongkow Gubernur Jenderal Hindia Belanda Sambil Makan Doclang

Jembatan Merah tempo dulu. Foto: Facebook Bogor Tempo Doeloe

Masih menurut penuturan sesepuh Bogor, lokasi sekitar Jembatan Merah pada pagi hari terutama hari Minggu dan hari-hari besar/liburan menjadi tempat rekreasi bagi penduduk Bogor waktu itu, terutama dari kalangan Belanda dan Eropa.

Berdasarkan sejarahbogor.com yang dikutip SINDOnews, Jumat (5/3/2021), salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkedudukan di Istana Bogor yaitu Gustaf Willem Baron van Imhoff sering menyempatkan melihat kegiatan masyarakat di sekitar Jembatan Merah sembari jalan-jalan dan olahraga pagi.

Tuan Baron ini selalu menyempatkan diri menikmati jajanan khas Bogor antara lain bubur ayam, doclang, lontong, tahu goreng setengah matang, goreng kentang dan kerupuk merah yang banyak dijual di kawasan tersebut.

Selain sang Gubernur Jenderal, Direktur Kebun Raya Bogor Mr Treub pun sering menyempatkan diri mengunjungi Jembatan Merah setelah disibukkan dengan aktivitasnya di laboratorium pribadinya yang berada di area Kebun Raya Bogor.

Selain para petinggi dan pejabat Hindia Belanda, kawasan ini terutama pada malam hari (malam minggu) ternyata ramai dikunjungi oleh remaja-remaja bule dan priyayi yang dijuluki "Mience". Sebelum mereka berkumpul di tempat hiburan di Societet Hitte (sekarang jadi kawasan perbankan Jalan Juanda), para remaja tak akan melewatkan waktu untuk berkeliling di sekitar Jembatan Merah sambil menikmati jajanan khas Bogor.
Baca juga: Ini Deretan Masjid Tertua di Jakarta

Sungai Cipakancilan
Air Sungai Cipakancilan yang berada di bawah Jembatan Merah pada waktu itu masih mengalir cukup deras. Bahkan, penduduk lokal yang menghuni perkampungan sekitar Jembatan Merah ini seperti Gang Ambi, Gang Texan, Mantarena dan Kebon Jahe sering menangkap ikan di sungai ini dengan cara dipancing atau menebar jala/bubu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1524 seconds (10.101#12.26)