18.850 Tenaga Pendidik Kota Depok Didaftarkan untuk Terima Vaksin Covid-19

loading...
18.850 Tenaga Pendidik Kota Depok Didaftarkan untuk Terima Vaksin Covid-19
Disdik Kota Depok telah mendaftarkan 18.850 tenaga pendidik untuk menerima vaksin Covid-19.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
DEPOK - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok telah mendaftarkan tenaga pendidik untuk menerima vaksin Covid-19. Jumlah yang didata sebanyak 18.850 orang tenaga pendidikan mulai dari TK/PAUD sampai SMP.

Namun jumlah itu tidak termasuk tenaga pendidik yang ada dibawah kewenangan Kementrian Agama. Kepala Disdik Kota Depok , Mohammad Tamrin mengatakan, 18.850 tenaga pendidik tersebut terdiri dari tingkat SMP sebanyak 5.206, SKB sebanyak 63, PKBM sebanyak 478, Dinas Pendidikan sebanyak 156, SD sebanyak 8.338 dan PAUD/TK sebanyak 4.609.

Jumlah tersebut sudah termasuk tenaga operator, laboran dan pustakawan. "Data guru semua kita sampaikan dari PAUD sampai SMP. Kalau SMA di provinsi. Data sudah disampaikan ke Dinkes, tapi kuota (penerima vaksin) berapa kami belum tahu," kata Tamrin, Kamis (25/2/2021).

Namun pihaknya mengaku tidak tahu apakah data yang diajukan tersebut akan menerima vaksin seluruhnya atau tidak. Hingga saat ini pihaknya pun masih berkordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait hal tersebut. "Kita sedang luruskan juga apakah semua guru divaksin dengan vaksin yang tersedia dari pusat, juga belum detil disampaikan oleh Dinkes. Kami cuma diminta data saja," ujarnya.

Disdik telah menyerahkan data tersebut ke Dinkes sejak sepekan lalu. Namun hingga kini belum ada kabar kelanjutan. "Data sudah diserahkan ke Dinkes sejak seminggi lalu. Kemarin kita juga dimintakan titik tempatnya. Nanti dimana (pelaksanaan) sedang dirumuskan apakah disekolah atau dimana ini masih belum kordinasi dengan Dinkes," terangnya.



Terkait kesiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Juli nanti, Tamrin mengaku masih akan membahas dengan Satgas. Namun untuk kesiapan pihaknya sudah melakukan simulasi. Yang pasti kata dia, KBM tidak akan dilalukak full selama sepekan. Baca: 6.675 Pelayan Publik di Tangerang Divaksin Anti Corona Tahap 2

"Persiapan kita belum sepenuhnya KBM tatap muka karena kita dengan kondisi ruang kelas terbatas. Satu kelas maksimal 20 anak. Kalau kemarin kita simulasi, tatap muka 3 hari dan 2 hari belajar dari rumah (BDR). Kita memperhatikan prokes. Jml maksimal anak 20, dan maksimal di sekolah 4 jam. Jadi tidak bisa seminggu tatap muka full," katanya.

Pelaksanaan KBM tatap muka sepenuhnya adalah kewenangan pemerintah kota setempat. Tamrin berujar jika Kota Depok terus mengalami perbaikan kondisi maka KBM tatap muka bisa digelar Juli nanti. "Tergantung kondisi daerah masing-masing. Juni kami akan rapat dengan satgas dengan kondisi Depok. Kalau dari pusat kembali kondisi daerah seperti apa. Kalau dengan kondisi sekarang, kita dari merah ke orange. Sebaran RT banyaj hijau, saya Berharap Juni membaik dan kita lapor awal ajaran. Dengan kondisi saat ini terus membaik kita berharap bisa tatap muka," pungkasnya.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top