Hari Keenam Operasi SAR Sriwijaya Air, Tim Basarnas Bawa Pulang 67 Kantong

loading...
Hari Keenam Operasi SAR Sriwijaya Air, Tim Basarnas Bawa Pulang 67 Kantong
Tim Basarnas telah selesai melakukan operasi SAR pesawat Sriwijaya Air hari keenam, Kamis (14/1/2021). Foto: SINDOnews/Ari Sandita
JAKARTA - Tim Basarnas telah selesai melakukan operasi SAR pesawat Sriwijaya Air hari keenam, Kamis (14/1/2021). Total temuan tim Basarnas hari ini sebanyak 67 kantong yang terdiri atas 59 kantong body part jenazah dan 8 kantong properti serta puing pesawat.

Temuan itu pertama kali diserahkan oleh Kapal KN SAR KARNA sebanyak 37 kantong yang terdiri atas 36 kantong body part dan 1 kantong serpihan pesawat Sriwijaya Air. Temuan kedua diserahkan oleh Polairud JICT sebanyak 10 kantong yang terdiri dari 7 kantong properti dan serpihan besar pesawat serta 3 kantong body part jenazah.

Baca juga: Pencarian Hari Keenam, Kapal KN SAR KARNA Bawa 36 Kantong Body Part Sriwijaya Air

Lalu, temuan ketiga diserahkan oleh Bakamla sebanyak 2 kantong terdiri dari 1 kantong properti atau serpihan pesawat dan 1 kantong perlengkapan pribadi. Temuan keempat diantarkan oleh kapal milik Basarnas sebanyak 16 kantong berisi body part jenazah.



Temuan kelima, diserahkan oleh Kapal KRI TJIPTADI sebanyak 2 kantong, terdiri atas 1 kantong berisi properti dan serpihan pesawat, serta 1 kantong berisi perlengkapan probadi korban.

Baca juga: Basarnas Ungkap Banyak Petugas dan Relawan Operasi SAR Sriwijaya Air Reaktif Covid-19

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI Rasman, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses operasi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air di hari keenam ini. Adapun semua temuan di lapangan itu akan diserahkan ke DVI dan KNKT guna proses lebih lanjut.



"Informasi yang kami terima, ini (Kapal KRI TJIPTADI yang berlabuh pada pukul 19.00 WIB di JICT) yang terakhir di hari keenam ini, tak ada lagi unsur yang akan menyerahkan temuan-temuan. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa membawa kebaikan," katanya.

(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top