Omzet Anjlok, Pedagang Pamsquare Minta Airin Beri Pelonggaran PPKM

loading...
Menurut dia, harusnya sebelum mengeluarkan kebijakan pemerintah juga memikirkan dampak terhadap sektor-sektor terkait. Khususnya mereka yang bergelut pada kategori UMKM. Jika dibiarkan berlarut, maka bukan mustahil kebanyakan pelaku usaha menengah ke bawah bakal tutup lapak selamanya.

"Pendapat kami, nggak perlu jam operasional dibatasi. Tinggal kuncinya itu penerapan protokol kesehatan, kuatkan di sana. Bisa dilihat sendiri kondisi di sini, semua pakai masker, di pintu masuk diawasi petugas untuk cuci tangan, cek suhu, nggak boleh berkerumun," tutur Ujadi yang telah sekitar 10 tahun lalu membuka usaha di Pamsquare.

"Logikanya itu, mana ada sih masyarakat yang mau sakit? apalagi kena virus. Pasti masing-masing punya kekhawatiran itu, tinggal pengawasannya saja untuk mematuhi protokol. Tapi kalau dibatasi jamnya begini, masalahnya bakal lebih luas karena pendapatan anjlok, bisa pengurangan karyawan, bisa juga bangkrut," ucapnya.

Chief Operasional Pamulang Square, Eru Cipta, menjelaskan, pihaknya sendiri tak bisa berbuat banyak menanggapi keluhan para pelaku usaha. Namun dia menyebutkan, jika tak ada pelonggaran atas kebijakan PPKM itu maka satu-persatu pemilik kios dan lapak bakal menutup usahanya akibat hilangnya omzet penjualan.

"Ya kita berharap, pemerintah melalui ibu Wali Kota Airin dan jajaran terkait bisa memertimbangkan untuk pelonggaran jam operasional. Karena aspirasi dari ratusan pelaku usaha di sini itu sama, mereka makin tertekan dengan jam operasional itu. Banyak pendapatan mereka hilang pada jam-jam itu," katanya terpisah.

Data yang dihimpun, total ada 400-an kios UMKM di Pamsquare. Namun sejak April lalu, sudah 25 persennya hengkang akibat bangkrut. Selanjutnya hanya tersisa 250 sampai 300 kios di sana, dan jumlah itupun terus mengalami penurunan sampai saat ini seiring banyaknya kios yang tutup. Baca juga: Ini Jenis Masker yang Bisa Dipakai demi Mendukung PSBB Ketat Jakarta

"Kita sampai sempat putar akal untuk mencarikan solusi juga buat mereka (pelaku usaha). Kita berikan diskon potongan harga sewa sampai 40 persen. Kita juga bisa memahami kondisi ini agar membantu mereka bertahan dalam usahanya. Tapi ya kondisinya kan sulit dibendung, pengunjung makin sepi ditambah lagi jamnya juga dibatasi sampai pukul 7 malam," terang Eru.

Lebih lanjut, Eru mengusulkan agar Airin mau memberi pelonggaran jam operasional. Tentu dibarengi dengan konsekuensi pengawasan Prokes yang lebih ketat dari pengelola dan pelaku usaha. Dengan begitu, kata dia, keberlangsungan dunia usaha kalangan menengah ke bawah sedikit lebih terjamin.

"Harapannya semoga ini jadi pertimbangan buat pemerintah memberi pelonggaran waktu operasional. Mereka pelaku usaha sudah pontang-panting untuk bisa bertahan di masa pandemi ini, jadi kalau ditambah lagi dengan pembatasan jam operasional maka itu sama saja membiarkan mereka gulung tikar perlahan," tandasnya.

halaman ke-2 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top