Kisah Umat Katolik Rayakan Natal di Tengah Pandemi Covid-19

loading...
Kisah Umat Katolik Rayakan Natal di Tengah Pandemi Covid-19
Perayaan Natal 2020 dilakuka secara virtual oleh keluarga Joseph Kanugrahan. Foto: Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews
JAKARTA - Perayaan Natal 2020 memiliki makna tersendiri bagi mayoritas umat Kristiani. Selain tak bisa merayakan suka cita karena pandemi Covid-19 , warga juga dibatasi aktivitasnya terutama untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Namun, pandemi Covid-19 yang kini melanda, tak menyurutkan umat Kristen untuk beribadah dan merenungkan makna Natal.

(Baca juga : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Nataru, Menkes Tambah Perawat di RS )

Seperti yang dilakukan keluarga Joseph Kanugrahan misalnya. Di tengah keterbatasan dalam merayakan Natal, mereka tetap khusyuk mengikuti misa Natal melalui jaringan televisi.

Kebetulan, misa Natal yang dipimpin Kardinal Ignatius Suharyo ini disiarkan langsung salah satu stasiun TV swasta. Mereka memutuskan berkumpul bersama di hari Jumat untuk sama-sama mengikuti missa.

"Ini pengalaman berharga buat kami. Pertama kalinya dalam hidup mengikuti missa Natal lewat TV," kata Kanugrahan usai mengikuti ibadah misa, Jumat(25/12/2020). (Baca juga: Natal 2020, Astronot ISS Dikunjungi Sinterklas di Luar Angkasa )

Meskipun Ibadah misa dilakukan di rumah, keluarga ini tetap menerapkan protokol kesehatan . Seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan sebelum ibadah dan hanya diikuti kelurga inti saja.

(Baca juga : Ekspor 18 Ton Kopi ke Amerika, Startup Ini Ingin Kopi Arabika Indonesia Rajai Pasar AS )




Bagi Kanugrahan dan umat nasrani lainnya, merayakan hari raya melalui media televisi, bukanlah kali pertama. Pada perayaan Paskah lalu, umat juga mengikuti ibadah via media televisi dan aplikasi online lainnya.

"Jadi kelurga sendiri sudah terbiasa. Karena setiap pekan selalu berbibadah via online," jelas Kanugrahan yang juga Wakil Ketua Jurnalis Jakarta Pusat (JJP) ini. (Baca juga: Terapkan Prokes, Misa Natal di Gereja Katedral Bandung Dibatasi 230 Orang )

Meski diperbolehkan misa di gereja, Kanugrahan enggan memperbolehkan kedua orang tuanya ibadah di Gereja. "Karena sudah tua. Saya khawatir kalau terjadi apa-apa," terang Kanugrahan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top