Antisipasi Lonjakan Covid-19, Bogor Siapkan RS Darurat

loading...
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Bogor Siapkan RS Darurat
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Bogor diminta menyiapkan skenario terburuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang akhir tahun 2020. Permintaan itu dilontarkan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto .

Alasannya, sejauh ini tren rata-rata kasus harian Covid-19 di Kota Bogor yang terus mengalami peningkatan. (Baca juga: Corona di Bogor Terus Melonjak, Bima Arya Sebut Vaksinasi Masih Tunggu Arahan Pemerintah Pusat )

"Pertambahan pasien masih tinggi mendekati angka 50 kasus per hari. Saat ini, rata-rata masih di 40-an, jangan sampai 50. Makanya saya bilang testing, tracing dan treatment harus ditingkatkan lagi. Saya minta unit lacak dimaksimalkan lagi di wilayah," kata Bima saat melakukan brefieng staff di Taman Ekspresi Sempur, Kota Bogor, Selasa 24 November 2020.

Bima menambahkan, Pemkot Bogor juga akan mulai menyiapkan alternatif rumah akit darurat apabila situasi semakin tinggi lonjakan kasus positifnya. (Baca juga: Bertambah 99, Total Kasus Corona di Bogor Menjadi 5.883 Orang )



"Saya perintahkan mengantisipasi skenario terburuk. Skenario terburuknya itu tidak ada lagi tempat tidur tersisa. Kalau OTG masih bisa, tapi kalau fasilitas mediskan beda, perlu SDM dan alat kesehatan. Begitu (lonjakan dahsyat) itu terjadi bahaya sekali dan sekarang indikasinya sudah ke arah situ," tegasnya.

Menurutnya, tidak mungkin mengandalkan rumah sakit swasta untuk menambah ruang isolasi. Lalu, tidak mungkin juga RSUD Kota Bogor dijadikan 100 persen untuk menangani covid-19 karena ada pasien umum lainnya juga yang harus dilakukan perawatan.





"Saya minta bukan hanya menambah ruang isolasi. Tapi mulai disiapkan alternatif rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet di Jakarta apabila situasi semakin tinggi lonjakannya. Artinya tidak cukup isolasi karantina untuk orang tanpa gejala, tetapi orang yang dengan gejala juga memerlukan perawatan. Harus disiapkan," jelas Bima.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top