Capai 1.579 Kasus Covid, Dinkes DKI: Terdapat Akumulasi Data

loading...
Capai 1.579 Kasus Covid, Dinkes DKI: Terdapat Akumulasi Data
Petugas medis tengah melakukan test Corona. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memasifkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk menemukan kasus baruCovid-19 secara cepat. Hal demikian dilakukan guna melakukan tindakan isolasi secara tepat sehingga memperkecil potensi
penularan Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktaviam menjelaskan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 12.898 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.291 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.198 positif dan 9.093 negatif. (Baca juga: Miliki Lab PCR Mandiri, RS di Karawang Siap Tangani Pasien COVID-19)

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.579 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 381 kasus dari 1 laboratorium RS vertikal dan 1 laboratorium RS TNI 7 hari terakhir yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 142.256. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 76.724," ujar Dwi di Jakarta, Sabtu (21/11/2020). (Baca juga: Hasil PCR Negatif, FPI: Habib Rizieq Tak Perlu Isolasi Mandiri)

Dwi menambahkan,jumlah kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 441 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 8.444 (orang yang masih dirawat / isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 125.822 kasus. (Baca juga: Tes PCR Dimasifkan, 747 Warga Jakarta Positif Terpapar Covid-19)



"Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 114.863 dengan tingkat kesembuhan 91,3%, dan total 2.515 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,2%," tambahnya.



Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,1%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,3%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top