Ingin Perubahan, Mantan Pengurus PKS Dukung Pradi-Afifah

loading...
Ingin Perubahan, Mantan Pengurus PKS Dukung Pradi-Afifah
Calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna bersama calon wakilnya Afifah Alia di KPU. Foto: R Ratna Purnama/SINDOnews
DEPOK - Ketua Bidang Teritorial Gelora Depok, Bramastyo Bontas menyatakan dukungannya padapasangan calon PradiSupriatna-Afifah Alia. Kendati baru berumur setahun, namun Bram bersama Partai Geloraakan all out menggerakkan mesin partai untuk memenangkan pasangan Pradi-Afifah.

“Satu tahun pas Gelora. Jadi kita juga memberikan momentum ini hadiah besar lah buat Bang Pradi dan Bu Afifah untuk memberikan dukungan.Insya Allah yakin bisa memberikam kekuatan cukup besar untuk kemenangan Pradi-Afifah,”kata Bram, Jumat (30/10/2020). (Baca juga: Wakil Ketua PDIP Jabar Minta Pradi-Afifah Subsidi Setiap RW Rp500 Juta)

Alasanpihaknya mendukung Pradi-Afifah karena ingin adanya perubahan. Bram pun membuka komunikasi dengan Pradi dan mendapat respon baik. “Sayakomunikasi dengan Bang Pradi dia juga oke, kita kasih masukan dia banyak memberikan persetujuan,” bebernya yang merupakan mantanpengurus DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Bram menuturkan kunci untuk membuat sebuah program menjadi unggulan adalah padakapasitas fiskal, keuangan daerah dan gaya birokrasi seorang pemimpin. Dia membandingkan dengan kota lain seperi Bogor dan Tangerang Selatan.



“Kalau kita lihat bandingkan dengan daerah sekitar dari Depok sangat minim. Kuncinya gini, apapun program unggulan yang diberikan paslon tapi kalau tidak memiliki keuangan daerah yang bagus ya dia enggak bisa jalankan itu,” ucapnya. (Baca juga: Pradi-Afifah Janjikan Berobat Gratis Cukup Pakai KTP)

Dia pun menuturkan yang harus diperbaiki adalah kapasitas fiskalnya terlebih dulu.“Nah ini yang terjadi, tidak maksimal fiskalnya. Selama 5 tahun ini tidak ada perubahan. Pertumbuhannya kecil sekali jika dibandingkan Bekasi apalagi Tangsel,” ujarnya.

Menurutnya, Depok memiliki potensi yang banyak untuk digali. Sayangnya kemauan Depok untuk menggapai potensi itu sangat rendah. “Ibaratnya gini, langit di Depok terlalu tinggi tapi dia terbang terlalu rendah. Jadi kemampuan Depok sebetulnya banyak tapi dia enggak bisa naik, karena masalah di kepemimpinan yang enggak kuat,” pungkasnya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top