Inovasi dan Kreasi Saat Pandemi Covid-19

Bermodal Jago Masak, Iman Buat Puding Dalam Batok Kelapa

loading...
Bermodal Jago Masak, Iman Buat Puding Dalam Batok Kelapa
Setelah di-PHK, Achmad Nuriman, warga Depok membuka usaha puding dalam batok kelapa. Foto: SINDOnews/R Ratna Purnama
DEPOK - Di masa pandemi, banyak karyawan yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Seperti yang menimpa Achmad Nuriman, salah satu warga Kota Depok. Namun, ayah dua anak ini tak mau putus asa. Iman, sapaan akrabnya kini membuka usaha puding dalam batok kelapa.

Usaha tersebut digelutinya sejak April 2020. Iman di-PHK pada Maret 2020. Iman mulanya adalah seorang koki di sebuah rumah makan di Jakarta. Ketika diterapkan PSBB, restoran tempatnya bekerja terpaksa tutup. Iman pun akhirnya dirumahkan oleh tempatnya bekerja.

Bermodalkan keahlian memasak, dia mulai membuat kreasi puding dalam batok kelapa. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Idenya muncul karena saya ingin punya penghasilan, apalagi saya sudah dirumahkan sejak Maret lalu,” ujar Iman, Jumat (23/10/2020). (Baca juga: Ade Yasin: Urai Bersama Jika Ada Persoalan Produktivitas di Masa Pandemi Covid-19)

Kuliner yang dia pilih adalah puding. Menurutnya, makanan ini cocok untuk dinikmati dalam segala suasana. “Saya memang basic-nya bisa masak. Kepikiran aja bikin puding di batok karena sepertinya unik,” ucapnya.



Iman menjual puding batok kelapanya melalui sistem online. Dari hasil usaha kecilnya itu mampu menghidupi kebutuhan keluarga. “Ya saya harus tetap usaha walaupun dirumahkan. Alhamdulillah ini ada hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Puding karyanya dibuat dengan bahan alami tanpa tambahan bahan pengawet apapun. Iman membuat puding dengan aneka kreasi buah-buahan yang ditaruh dalam wadah batok kelapa. “Bahannya seperti membuat puding biasa hanya ditambah buah supaya lebih menarik dan disimpan di batok kelapa,” kata Iman.

Dalam satu hari dia bisa menjual sebanyak 20- 40 puding kelapa muda. Satu puding dibanderol Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. “Harapannya bisa untuk tabungan juga. Ada hikmahnya dari semua kejadian ini,” ucapnya. (Baca juga: Sandi Apresiasi vOffice Buka 5 Cabang Baru di Tengah Pandemi Covid-19)



Iman tidak membuka toko untuk menjual puding kreasinya. Dia menjual melalui aplikasi penjualan online. “Dijualnya online saja supaya lebih mudah juga,” katanya.

Untuk membuat puding ini cukup mudah. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit. Tersedia aneka rasa dari puding buatan Iman. “Ada dua varian rasa yakni rasa original dan rasa buah atau yang dicampur dengan berbagai buah seperti anggur, strawberry, melon, mangga, dan biji selasih,” ujar Iman.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top