Pegawai Positif Covid, Gedung Dinas DKI di Tanah Abang Ditutup

loading...
Pegawai Positif Covid, Gedung Dinas DKI di Tanah Abang Ditutup
Gedung dinas teknis di Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditutup Pemprov DKI Jakarta, Kamis (17/9/2020). Foto: SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Gedung dinas teknis di Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditutup Pemprov DKI Jakarta, Kamis (17/9/2020). Gedung itu ditutup karena seorang pegawai dinyatakan positif Covid-19.

Pantauan di lokasi, gedung berlantai 14 itu sepi aktivitas. Tidak ada ASN yang terlihat lalu lalang. Pintu lobi masuk tertutup rapat dan hanya dijaga seorang pamdal. (Baca juga: Tak Hanya Sekda DKI, Ini 10 Pejabat di Pemprov DKI yang Terpapar Covid-19)

Gedung tersebut merupakan tempat kerja Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perkeretaapian, dan Dinas Elektronik. “Sejak jam 10 tadi ditutup,” kata Hendra, petugas pamdal di sana.

Rencananya selama ditutup gedung akan disemprot dengan cairan disinfektan. Pegawai yang berkerja di gedung itu diminta untuk work form home (WFH) dan kembali pada Senin mendatang. "Penutupan hanya tiga hari, kemungkinan Senin (21/9/2020) kembali dapat digunakan," tutupnya.



Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir dihubungi terpisah membenarkan ada dua gedung yang ditutup mulai Kamis (17/9/2020) pagi. Keduanya yakni Blok G Balai Kota DKI Jakarta dan satu gedung di Jatibaru, Tanah Abang.

"Penutupan bukan karena kasus sekda meninggal. Penutupan lantaran ada ASN yang terpapar Covid-19," kata Chaidir. (Baca: Kepala BKD DKI Jakarta: Belasan ASN Positif Covid-19)

Di Blok G Balai Kota terdapat empat pegawai ASN terpapar Covid-19, yakni ASN di Biro Hukum mulai dari eselon IV, eselon III, dan dua staf terpapar.



Sementara untuk Gedung di Jatibaru, Chaidiri belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai mereka yang terpapar. Ia mengaku baru menerima kabar Gedung Jatibaru ditutup pagi tadi."Di Jatibaru ada satu gedung ditutup sementara tapi saya enggak tahu gedung apa belum terima kabar," jelasnya.

Rencananya selama ditutup gedung akan disemprot dengan cairan disinfektan. Pegawai yang berkerja di gedung itu diminta untuk work form home (WFH) dan kembali pada senin mendatang. "Penutupan hanya tiga hari kemungkinan Senin (21/9/2020) kembali dapat digunakan," tutupnya.
(thm)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top