alexametrics

Satpol PP DKI Terus Bekerja di Tengah Wabah Corona

loading...
Satpol PP DKI Terus Bekerja di Tengah Wabah Corona
Satpol PP DKI Jakarta kini bekerja ekstra sejak mewabahnya virus Corona.Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A+ A-
JAKARTA - Ada yang berbeda dua pekan ke belakang bagi Mohammad Syarif (52) Kasatpol PP Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sejak ada imbauan dari Gubernur DKI untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di Ibu Kota seluruh personel Satpol PP bekerja lebih ekstra.

Setiap pagi, dengan kendaraan pribadinya, Syarif berangkat pagi ke kantor Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sesampainya di sana ia harus mengomandoi anak buahnya membagi tugas. Satpol PP mendapatkan tugas tambahan yakni memantau serta mengawasi agar jangan sampai ada kerumunan warga di tengah musim penyebaran virus Corona.

Bersenjatakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker serta sarung tangan karet, Syarif dan tim bergegas berkeliling wilayah Pasar Rebo. Sasarannya masyarakat yang masih berkumpul dan tidak mengindahkan imbauan Gubernur DKI Jakarta untuk tetap berada di rumah masing-masing.



“Sejak dua minggu lalu, kami yang bertugas di lapangan harus melengkapi alat pelindung diri. Kami pakai masker, sarung tangan dan sekarang baju lengan panjang diuraikan menutup lengan. Ini langkah antisipasi bagi personel yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di lapangan,” kata Syarif kepada Sindonews, Kamis (26/3/2020).

Setiap harinya, Syarif memimpin personel untuk melaksanakan kegiatan memberikan imbauan kepada masyarakat. Ada tiga waktu yang digunakan untuk berkeliling dalam satu hari.”Kami berkeliling bekerja sama dengan TNI dan Polri dengan mobil bak terbuka, membawa spanduk dan pengeras suara. Isi imbauannya sesuai arahan pimpinan yakni menghindari kerumunan, belajar dan bekerja di rumah serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun,” lanjutnya.

Dia menuturkan, dalam bertugas kerap menemui kendala bandelnya masyarakat saat disarankan untuk meninggalkan kerumunan. Namun, Syarif terus mencoba dengan melakukan pendekatan persuasif agar mereka bisa mematuhi aturan yang ada.

Tempat-tempat seperti sekolah, pasar dan warnet menjadi sasaran Syarif dan timnya dalam menyampaikan imbauan Gubernur DKI.
“Tantangannya kalau di lapangan berhadapan dengan masyarakat yang masih menganggap remeh malah bilang’Ngapain dibubarin sih Pak? Corona kan gak lewat sini’. Tapi kami tetap mengedepankan pendekatan persuasif,” kata Syarif.

Selain tugas pokok tersebut, ia juga ikut membantu menyemprotkan disinfektan baik di kantor pemerintahan, sarana umum maupun tempat ibadah. Beberapa personel juga ditugaskan mengecek suhu tubuh warga yang datang ke kantor Kecamatan Pasar Rebo.

“Kami juga memberlakukan piket malam oleh anggota. Mereka disiapkan untuk tetap memberikan imbauan serta mendukung apa arahan pimpinan kami,” jelasnya.

Syarif pun memberikan aturan ketat bagi personel Satpol PP yang berdinas maupun anggota keluarganya. Saat bertugas, seluruh anggota diwajibkan menggunakan APD. (Baca:Dirlantas Polda Metro: Anggota Polri Harus Tetap Bertugas untuk Menjaga Keamanan)

“Saya ketat kepada anak buah saya, diri saya sendiri maupun anggota keluarga. Di kerjaan pokoknya semua anggota wajib menggunakan masker dan sarung tangan. Sehabis pulang kerja kayak saya misalnya membuka jaket dan baju serta sepatu untuk disemprotkan disinfektan. Setelah itu baru mandi yang bersih. Bukan apa-apa ya masalahnya kita kan setiap harinya ada dalam kerumunan dan harus membubarkannya biar tidak meluas penyebaran virusnya,” kata bapak empat orang anak ini.

Saat ditanyakan, apakah dirinya tidak takut terjangkit dengan virus asal Wuhan itu ia mengatakan semua sudah kewajiban dirinya sebagai Pamong bagi masyarakat.“Insya Allah kalau takut sih tidak ya. Karena ini merupakan bencana. Saya tidak anggap enteng tapi tetap waspada. Ini sudah panggilan tugas kita terpanggil untuk bersama-sama lawan corona,” tegas Syarif.

Dalam kesempatan itu, Syarif juga mengimbau kepada masyarakat untuk menaati imbauan dari pemerintah agar tidak keluar rumah. “Kepada warga masyarakat agar tetap berdiam diri di dalam rumah. Belajar dari rumah bekerja dari rumah. Orangtua juga harus mengawasi putra putrinya supaya tetap berada di dalam rumah. Semoga kita semua terhindar dari bahaya virus Corona,” ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak