alexametrics

Oknum Aparat Diduga Hambat Upaya Penguatan Pondasi Tanah Sentul City

loading...
Oknum Aparat Diduga Hambat Upaya Penguatan Pondasi Tanah Sentul City
PT Sentul City gagal melakukan melakukan bor pile di Cluster Terace Hill.Foto/Istimewa
A+ A-
BOGOR - Upaya PT Sentul City Tbk melakukan bor pile untuk mencegah terjadinya longsor tak berjalan mulus. Pasalnya, upaya penguatan pondasi tanah di area Cluster Terace Hill, Desa Bojong Koneng itu, dihalang-halangi oknum perwira TNI berisial T.

Kegiatan bor pile di atas lahan SHGB No 15 milik PT Sentul City Tbk ini dilakukan Kamis (27/02/2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun kegiatan ini terhambat lantaran lahan yang akan dilakukan penguatan pondasinya itu dipenuhi oknum-oknum TNI yang diduga dimobilisasi oleh oknum perwira tersebut.

Oknum perwira itu mengklaim bahwa tanah yang akan dipasangi pondasi bor pile ini merupakan tanah yang disengketakan oleh 13 orang, termasuk perwira yang bersangkutan.



Menurut Tim Legal PT Sentul City Tbk Farhan Faisal SH MH, berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara No. 25/G/2015/PTUN-Bdg junto 231/B/2015/PT.TUN - Jkt junto 126/K/TUN/2016 menyatakan bahwa tanah tersebut jelas-jelas milik PT.SC. "Jadi putusan PTUN tersebut menguatkan bahwa PT Sentul City sebagai pemegang sertifikat hak guna bangunan nomor 15,’" kata Farhan kepada wartawan pada Kamis (27/2/2020).

Sebelumnya, putusan Pengadilan Negeri Cibinong No.253/PDT.G/2015/PN.CBI jo 573/PDT/2016/PT.Bdg juga amar putusannya menguatkan PT.SC sebagai pemilik tanah tersebut. "Putusan pengadilan ini sudah incrach," ujar Farhan.

Farhan menuturkan, meski kedua putusan tersebut jelas-jelas memenangkan PT Sentul City Tbk, namun owner dan manajemen perseroan dengan bijak atas dasar kemanusiaan dan penghormatan kepada para perwira menengah tersebut, memberikan tanah tersebut secara cuma-cuma kepada 14 orang perwira, termasuk T.

Tanah yang seyogyanya milik PT SC tersebut, kini ditempati oleh perwira tersebut. Yang menarik, PT SC melalui bagian legal membantu perwira T mengurus tanah tersebut hingga bersertifikat hak milik atas nama yang bersangkutan.

Sementara, 13 orang lainnya diberikan tanah pengganti di Desa Bojongkoneng.
Menurut Farhan, dalam perjalanannya, T mulai meminta penggantian tanah bagi 13 orang temannn yaitu dengan tanah siap bangun. Menurut Temas, lanjut Farhan, mereka minta tanah tersebut diganti dalam bentuk uang saja.
"Permintaan penggantian tanah dengan uang tunai ini, dirasa memberatkan perusahaan. Dalihnya mereka merasa sudah membeli tanah tersbut. Sementara PT Sentul City Tbk sebagai korban tidak tahu menahu telah terjadi jual beli ilegal atas tanah bersertifikat milik PT. SC," tuturnya.

Informasi yang berkembang, ada oknum yang mencoba menghambat upaya PT SC mencegah bencana longsor di tanah miliknya sendiri. Oknum ini dengan sengaja melibatkan oknum anggota TNI yang sebetulnya mereka tidak tahu persis duduk persoalannya. Akibatnya, upaya pemasangan bor pile untuk menguatkan tanah agar tidak longsor ini gagal dilaksanakan.

Padahal, penguatan pondasi tanah di musim hujan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya longsor yang bias membahayakan warga sekitar lokasi itu, Sementara itu, Head Corporate Communication and Government Relations PT Sentul City Tbk Alfian Mujani menegaskan, perseroan akan tetap melanjutkan proyek penguatan fondasi tanah (bor pile) ini.

Sebab, secara hukum PT Sentul City Tbk adalah pemilik sah atas tanah yang akan didevelop itu."Dasar hukumnya kuat dan mengikat. Jika dalam pelaksanaan proyek ini masih juga dihambat, maka PT Sentul City Tbk akan minta perlindungan hukum kepada negara," katanya.

Sementara pekerjanan pembangunan terus berjalan, namun masi ada oknum-oknum yang berusaha membolehkan alat-alat berat untuk tidak memasuki tanah yang oleh mereka anggap tanah sengketa tersebut. Tampaknya, tanah yang akan didevelop itu sengaja dipakai acara latihan panahan oleh sekitar 30 orang pemanah.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak