alexametrics

Health Talk MNC Life, Begini Tips Mencegah Virus Corona

loading...
Health Talk MNC Life, Begini Tips Mencegah Virus Corona
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mitra Keluarga Kalideres, Paskalis Andrew G, berbagi tips cara mencegah penyebaran virus corona. Foto: SINDOnews/Ari Sandita Murti
A+ A-
JAKARTA - Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mitra Keluarga Kalideres, Paskalis Andrew G, memberikan tips pada masyarakat Indonesia bagaimana cara mencegah penyebaran virus corona, yakni dengan rajin mencuci tangan dan memakai masker.

Virus corona itu hingga saat ini masih belum ada vaksinnya, sehingga apabila di internet atau di pasaran ada yang mengklaim menjual obat virus corona, itu dipastikan hoaks. Namun, masih ada cara untuk mencegah agar seseorang tidak terjangkit virus corona.

"Caranya dengan melindungi diri kita, yakni pakai masker dan yang direkomendasikan itu surgical mask atau masker yang biasa dipakai tenaga medis dan masker N95, rajin cuci tangan dengan baik dan benar, dan batuk serta bersin dengan beretika. Artinya jangan sembarangan," ujarnya di sela kegiatan Health Talk yang diadakan PT MNC Life Assurance bekerja sama dengan RS Mitra Keluarga Kalideres, di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020).



Lantaran belum ada vaksin guna membunuh virus corona itu, tips mencegah seseorang terkena virus itu pun dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya dengan mengikuti pola hidup sehat, makan makanan bergizi, banyak-banyak minum air putih, dan rajin berolahraga. "Lalu, setiap makan makanannya harus matang, jangan sampai tidak matang lalu kita makan. Kalau bisa juga, melakukan vaksinasi secara rutin guna memberikan kekebalan pada tubuh kita," tuturnya.

Adapun vaksinasi yang disarankan adalah vaksinasi terhadap influenza secara umum dan vaksinasi terhadap infeksi paru-paru atau pneumonia. Sebab, meskipun terkena corona virus, minimal orang tersebut sudah melindungi tubuhnya dari flu-flu lainnya, sehingga tidak terjadi infeksi yang bersamaan.

"Karena yang membuat meninggal dan berbahaya itu kalau muncul dua atau tiga infeksi sekaligus, sudah terkena corona, terkena lagi kuman lainnya, itu bahaya sehingga vaksin itu untuk mencegah kuman lainnya," jelasnya. (Baca juga: Antisipasi Virus Corona, MNC Life-RS Mitra Keluarga Berikan Edukasi ke Nasabah)

Sedangkan penggunaan masker, paparnya, untuk masyarakat umum sebaiknya menggunakan surgical mask, masker yang biasa dipakai tenaga medis atau untuk operasi. Selain harganya terjangkau, masker itu pun memiliki 3 lapisan pelindung dan memang disarankan oleh WHO.

Sedangkan masker N95, sejatinya itu dikhususkan untuk tenaga medis yang kerap melakukan kontak dengan kuman-kuman influensa atau mungkin corona virus. Berbeda dengan masker biasa yang hanya memiliki satu lapis pelindung, itu sangat tidak disarankan untuk digunakan.

"Surgical mask itu yang disarankan untuk masyarakat umum. Sebab masker N95 itu harganya mahal, repot dipakainya, panas yah, dan susah untuk ngomong atau susah untuk bernafas. Makanya N95 itu sebenarnya disarankan untuk tenaga medis, tapi kalau (masyarakat umum) mau pakai juga silakan," terangnya.

Adapun cara menggunakan masker, surgical mask biasanya bagian depannya berwarna hijau dan bagian itu harus berada di depan sedangkan bagian belakang berwarna putih. Masker pun harus menutupi bagian hidung hingga ke bagian dagu atau janggut dan terlebih dahulu sebelum dipakai bagian kawatnya dipaskan dengan ukuran hidungnya.

Bila sudah terpasang, jangan disentuh-sentuh bagian depannya karena bisa dianggap bagian itu sudah terkena kuman. Bila sudah basah atau terkena keringat, masker pun sudah harus dibuang, bukan malah disimpan untuk nanti dipakai kembali.

"Jadi sekali pakai. Bila sudah dipakai dibuang langsung, jangan disimpan di kantong lalu dipakai lagi. Apalagi di bolak-balik karena itu kumannya masuk ke kita jadinya. Langsung buang saja, pakai baru lagi, karena kita pakai itu untuk mencegah jangan sampai kuman masuk ke kita," imbuhnya.

Semua itu, kata dia, perlu dilakukan mengingat penyebaran virus corona terjadi sebagaimana virus flu lainnya, yakni melalui droplet. Artinya, virus itu bukan berasal dari udara secara langsung, tapi menyebar melalui partikel kecil cairan, khususnya seperti bersin, batuk, atau meludah.

Adapun virus corona yang saat ini tengah ramai beredar di Wuhan, China bernama Novel Coronavirus atau 2019-nCoV. Virus itu pun masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS, hanya saja Novel Coronavirus tergolong baru. Selain itu, menentukan seseorang terkena virus corona itu masih tergolong sulit lantaran gejalannya hampir mirip dengan influenza pada umumnya, seperti demam, sesak nafas, dan batuk.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak