alexametrics

Aeon Mall Diserang, Polisi: Warga Kesal Wilayahnya Terendam Banjir

loading...
Aeon Mall Diserang, Polisi: Warga Kesal Wilayahnya Terendam Banjir
Kapolres Jakarta Timur AKBP Arie Ardian Rishadi. Foto: Okto Rizki Alpino/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Penyerangan Aeon Mall oleh warga Kandang Sapi, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, diakibatkan kekesalan warga lantaran permukimannya dilanda banjir. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian.

"Kan ini karena daya tampung tidak cukup, sehingga airnya luber dan masuk ke beberapa RW. Ada RW 04, 06, 08 dan 09," kata Arie di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020).

Sementara itu, Amsori (56), warga sekitar menyebutkan, penyebab banjir diakibatkan luapan air waduk Rorotan Jakarta Garden City (JGC) yang tak mampu lagi menampung debit air. (Baca juga: SAR Jakarta Sudah Evakuasi 209 Korban Banjir di Jakarta dan Bekasi)



Menurut dia, di daerah Tambun Rengas, Kelurahan Cakung Timur, yang letaknya berdampingan dengan kompleks JGC belum pernah dilanda banjir. Namun, saat daerah resapan air yakni kompleks JGC yang dulunya merupakan rawa didirikan membuat permukiman warga sekitar terdampak banjir.

"Saya tinggal sejak 1993 baru kali ini Tambun Rengas jadi banjir terus paling tinggi kemarin Minggu sepinggang," kata Amsori di lokasi, Selasa (25/2/2020).

Dia menuturkan, wilayah JGC yang merupakan rawa dibangun kompleks membuat daerah resapan air untuk warga sekitar ikut terganggu. Terlebih danau Rorotan yang berukuran kecil tak mampu menampung volume air yang diakibatkan dari curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

"Dulu ini tuh rawa, sebelum JGC didirikan, daerah resapan air tuh ada di sana," ujarnya. (Baca juga: Diduga Jadi Penyebab Banjir, Aeon Mall Cakung Dirusak Massa)

Senada dengan Amsori, Rifai warga Kampung Kandang Sapi, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung mengatakan, penyebab banjir diakibatkan oleh saluran air pembuangan sudah tidak bisa menampung air yang diakibatkan curah hujan tinggi.

"Iya ini sih masalahnya saya engga mau nuduh semenjak ada Aeon Mall, tapi yang ada itu saluran air pembuangan tidak jalan dan membuat rumah warga terendam banjir," bebernya.

Menurut dia, seharusnya saluran air pembuangan ini dibungan langsung ke Banjir Kanal Timur (BKT). Karena permukiman warga sendiri letaknya tak jauh dari BKT.

Banjir juga, sebenarnya terjadi sudah sejak lama, bukan baru kali ini. Sebab kata dia, di awal tahun 2020 kemarin permukiman warga Kampung Kandang Jati pun sudah dilanda banjir.

"Sejak tanggal 1 Januari sudah kena banjir sampai sekarang 4 kali di tahun ini," pungkasnya. (Baca juga: Permukiman Warga Cakung Timur Sempat Terendam Banjir 1 Meter)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak