alexametrics

Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi Terendam Banjir 2 Meter

loading...
Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi Terendam Banjir 2 Meter
Perumahan Bumi Nasio, Jatiasih, Kota Bekasi, terendam banjir setinggi 2 meter.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A+ A-
BEKASI - Sebanyak puluhan tempat tinggal warga di Perumahan Bumi Nasio Indah yang berada di Jalan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa (25/2/2020), terendam banjir sedalam 2 meter. Akibatnya, ratusan warga terpaksa di evakuasi dan harus mengungsi ketempat aman.

Ketinggian air yang mencapai dua meter itu membuat sebagian warga masih terjebak banjir. Bahkan, beberapa kendaraan roda empat dan dua yang terparkir didepan rumahnya ikut terendam banjir. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi masih terus melakukan evakuasi.

Salah satu warga yang bernama Sarmili (53), mengatakan, hujan yang mengguyur wilayah itu sejak pukul 01.00 WIB itu membuat dia dan warga lainya terbangun dari lelapnya tidur. Sebab, setiap hujan besar yang mengguyur wilayah itu kerap membuat perumahanya selalu kebanjiran.



"Air mulai masuk ke rumah kami pukul 03.00 WIB, dan sejam kemudian air sudah meluap hingga mencapai 2 meter," kata ayah tiga anak ini. Melihat hal itu, warga kemudian bergegas menyelamatkan barang berharga dan naik ke atap rumah untuk menyelamatkan diri dari luapan air banjir tersebut.

Tidak begitu lama, petugas langsung berdatangan mengevakuasi warga dengan perahu karet. Bahkan, beberapa warga menggunakan ban bekas dan alat seadanya menyelamatkan barang berharga. Sayanganya, sebagian alat rumah tangga milik warga ikut terendam banjir.(Baca: Dikepung Banjir, Ini Wilayah yang Tergenang di Kota Bekasi)

Berdasarkan pantauan SINDOnews, warga yang tinggal di perumahan itu berkisar sekitar 540 Kepala Keluarga (KK) lebih. Sebagian warganya ada yang mau dievakuasi petugas, dan sebagian memilih untuk bertahan. Jalan Jati Mekar tak luput terkena limpasan banjir, dan menutup akses warga dari arah Jatiasih.

Kepala BPBD Kota Bekasi, Muhammad Jufri mengatakan, banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah paling parah dari titik banjir lainya."Ketinggian air banjir disana mencapai 2 meter, tapi saat ini sudah mulai berangsur surut," katanya.

Menurut dia, pemerintah telah menerjunkan sebanyak empat perahu untuk mengevakuasi warga disana. Sebab, masih ada sebagaian warga yang masih terjebak di kediamanya."Banjir yang terjadi dikarenakan itensitas hujan yang tinggi, sehingga air Kali Cakung yang melintasi perumahan itu meluap," ungkapnya.

Meskipun telah diimbau agar mau dievakuasi, akan tetapi masih ada sebagian warga yang tetap bertahan di lantai dua rumahnya."Sebagian warga enggan dievakuasi dan masih tetap dilantai dua. Kami prioritas evakuasi lansia, anak bayi serta balita," tegasnya.

Jufri menjelaskan, banjir yang terjadi pada Selasa (25/2/2020) melumpuhkan aktivitas di Kota Bekasi. Sebab, hampir 65% wilayah Kota Bekasi terendam banjir."Hingga Selasa sore terdata 66 titik banjir di Kota Bekasi," katanya.

Adapun ketinggian air berkisar dari 40-200 cm. Lokasi banjir terparah berada di Perumahan Nasio Jatikramat, Jatiasih setinggi 2 meter. Banjir juga terjadi di 7 kecamatan di antaranya : Kecamatan Medan Satria, 4 titik, Bekasi Utara 5 titik, Jatiasih 7 titik, Bekasi Barat 7 titik. Kemudian Rawalumbu 5 titik, Mustika Jaya 3 titik. Bekasi Timur 5 titik, Bekasi Selatan 9 titik, Pondok Gede 3 titik, Pondok Melati 5 titik dan Kecamatan Bantar Gebang sebanyak 2 titik.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak