alexametrics

Pemprov DKI Klaim Genangan di Ibu Kota Lebih Cepat Surut

loading...
Pemprov DKI Klaim Genangan di Ibu Kota Lebih Cepat Surut
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta pada Senin (24/2/2020) pagi. Meskipun demikian, sebagian besar wilayah yang terdampak banjir dan genangan pada akhir pekan lalu dipastikan telah surut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, saat ini genangan tersisa tinggal 1,28%, menurun dari kondisi puncak kemarin sebesar 4,6%, dari seluruh RW di DKI Jakarta. Hingga pukul 07.00 WIB tadi, ruas jalan yang masih tersisa genangan hanya di wilayah Jakarta Utara, yaitu Jalan Raya Cilincing (Babek TNI) dengan ketinggian 30-40 cm sehingga sepeda motor belum dapat melintas dan Jalan Boulevard Barat dengan ketinggian 10 cm namun telah dapat dilintasi kendaraan.

Untuk wilayah Jakarta Pusat, Underpass Kemayoran dipastikan telah surut, namun belum dapat dilintasi kendaraan lantaran proses pembersihan masih dilakukan. Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat dipastikan keseluruhan ruas jalan telah surut dan dapat kembali dilalui kendaraan.



Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Subejo, menyampaikan, sejumlah wilayah permukiman masih terdampak genangan. Total RW yang masih terdampak sebanyak 35 RW, dengan rincian Jakarta Utara (26 RW) dan Jakarta Timur (9 RW).

"Ketinggian air sekitar 10-30 cm hingga 70-100 cm. Untuk penyebabnya, di wilayah Jakarta Utara karena curah hujan yang tinggi. Sedangkan, di wilayah Jakarta Timur tidak hanya karena curah hujan tinggi, tetapi juga karena luapan Kali Ciliwung, Kali Sunter, dan Kali Mati," kata Subejo kepada wartawan, Senin(24/2/2020).

Subejo menambahkan, meski genangan di sebagian besar wilayah permukiman telah surut, namun masih ada warga yang memilih mengungsi lantaran menunggu proses pembersihan di rumah mereka selesai dilakukan.Hingga kini, warga yang masih mengungsi sebanyak 682 KK dan 2.393 jiwa.(Baca: DKI Sebut Banjir akibat Hujan Ekstrem)

Untuk lokasi pengungsian, di Jakarta Pusat masih tersedia satu lokasi pengungsian, Jakarta Utara masih tersedia 20 lokasi pengungsian, Jakarta Barat masih tersedia satu lokasi pengungsian, dan Jakarta Timur masih tersedia 3 lokasi pengungsian."Sedangkan, di Jakarta Selatan, sudah tidak ada warga yang mengungsi," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), BPBD, Dinas Sosial, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) hingga PPSU Kelurahan untuk menangani banjir dan genangan.

Disgulkarmat DKI Jakarta telah mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan genangan ke lokasi pengungsian, sedangkan Dinas Sosial telah mendistribusikan bantuan kepada warga yang mengungsi berupa air mineral, beras, mi instan, makanan siap saji, matras, selimut, pampers, hingga daster.

Antisipasi genangan dan banjir juga terus dilakukan melalui Dinas SDA. Berbagai hal yang dilakukan, yaitu memonitor dan membersihkan tali-tali air, menguras saluran air, mengecek fungsi pompa, hingga membuat sumur resapan (drainase vertikal) di sejumlah titik.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak