alexametrics

Trotoar Cantik di Jalan Inspeksi Kalimalang Bekasi Tak Dirasakan Warga

loading...
Trotoar Cantik di Jalan Inspeksi Kalimalang Bekasi Tak Dirasakan Warga
Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
BEKASI - Pembangunan jalur trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi kurang diminati masyarakat, bahkan tidak dirasakan manfaatnya.

Padahal, jalur pedestrian yang baru dirampungkan akhir 2018 ini dibangun untuk mempercantik tata kota dan memberi kenyamanan warga. Berdasarkan pantauan, hanya segelintir warga yang menggunakan trotoar itu untuk berjalan. Itu pun hanya pemilik warung yang berderet di sekitar Kalimalang.

Celakanya, trotoar yang dibangun dengan anggaran Rp5 miliar itu menjadi lokasi baru bagi pedagang kaki lima (PKL). Selain itu, banyak barang yang diletakkan di atas jalur seperti rak jajanan, kursi, dan meja untuk pengunjung warung makanan. Tak ketinggalan, tukang tambal ban yang memajang kompresor di atas trotoar berwarna itu. "Salah sasaran, kalau tidak ada yang jalan kaki, kan jadi mubazir," ujar Nurmansyah, 35, seorang pedagang.



Selain dikuasai pedagang, minimnya peminat trotoar itu lantaran jalan tersebut bukan jalur pejalan kaki. Tidak ada pusat keramaian atau perbelanjaan. Yang ada hanya perguruan tinggi, namun itu juga tidak terlihat mahasiswa berlalu lalang di sekitar lokasi. Meski trotoar dibuat lebih luas dan memadai, namun kondisi lingkungan sekitar tidak begitu nyaman bagi para pejalan kaki.

Di Jalan Kalimalang, Desa Jayamukti ini terdapat pabrik yang memproduksi adukan semen. Kendaraan berat hilir mudik melewati lokasi sehingga debu saling beterbangan. Pembangunan trotoar ini merupakan bagian dari penataan Jalan Kalimalang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Selain pelebaran jalan menjadi dua jalur, jalan yang memanjang dari Kota dan Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Karawang itu juga dibangun jalur pejalan kaki.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jejen Sayuti mengapresiasi langkah pemerintah membuat jalan bersama trotoar ramah disabilitas tersebut. Namun, setelah direalisasikan pembangunannya, fasilitas yang sudah terbangun tersebut harus dirawat dan dijaga.

Menurut politikus Partai PDI Perjuangan itu, anggaran yang digunakan untuk membangun jalan dan trotoar itu mencapai puluhan miliar dari anggaran pemerintah daerah. Fasilitas tersebut harus dapat dirasakan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. “Jangan hanya membuang anggaran, sementara manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mengatakan, pembangunan trotoar merupakan bagian dari perbaikan saluran air. Sebagai bentuk komitmen untuk kenyamanan warga, selain pembangunan jalan dan perbaikan saluran, dibangun pula trotoar. "Konsepnya memberi kenyamanan kepada warga. Kami tidak ingin pembangunan jalan untuk kendaraan bermotor saja, tapi juga pejalan kaki," katanya.

Iman menjelaskan, pihaknya telah menganggarkan Rp19,8 miliar untuk pembangunan trotoar di lima titik di Kabupaten Bekasi. Dari lima lokasi tersebut, satu di antaranya berada di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat. "Komitmen kami bagaimana trotoar didesain ramah disabilitas," tutupnya. (Abdullah M surjaya)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak