alexametrics

Jadi Destinasi Wisata Baru, Tangsel Sulap Kali Mati Jadi Hutan Kota

loading...
Jadi Destinasi Wisata Baru, Tangsel Sulap Kali Mati Jadi Hutan Kota
Taman Hutan Kota Jombang. Berdiri di atas lahan seluas 8.500 meter persegi, awalnya tempat ini merupakan kali mati yang kumuh dan menjijikkan. Foto/Koran SINDO
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten kini punya destinasi wisata baru di Jombang, Ciputat. Namanya Taman Hutan Kota Jombang. Berdiri di atas lahan seluas 8.500 meter persegi, awalnya tempat ini merupakan kali mati yang kumuh dan menjijikkan.

Sejak diresmikan pada Minggu (9/2/2020) oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, hutan kota yang berada di belakang Balai Penyuluh Pertanian, Jalan Saidi, Rawa Lele, Jombang, ini selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Selain menawarkan nuansa alam yang indah, tempat ini dilengkapi berbagai fasilitas termasuk spot untuk berfoto. Seperti area parkir kendaraan luas, musala yang asri, kamar mandi bersih dan nyaman, sejumlah bangku untuk bersantai, rumah pohon, jembatan gantung, flying deck, jogging track, gazebo, fitness outdoor, playground , airmancur, dan lain sebagainya.



Pengunjung yang datang juga tak perlu khawatir soal makanan karena di tempat ini bisa menemukan kantin yang menjual makanan dan minuman dengan harga sangat terjangkau. Jadi, tidak perlu repot lagi membawa bekal dari rumah saat ingin bersantai di Hutan Kota Jombang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, Kali Mati Jombang didesain sebagai destinasi wisata baru, seperti yang sudah dilakukan DPU Tangsel pada beberapa lokasi, seperti Kali Jaletreng, Tandon Ciater, dan sejumlah lokasi lain.

Sebelum menjadi kawasan wisata, lahan milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tangsel ini merupakan kali mati karena tidak ada air yang mengalir. Kali ini menampung pembuangan air warga sekitar sehingga menimbulkan bau tak sedap.

“Kita menata Hutan Kota Jombang sebagai ekowisata, ikon lingkungan sehat dan wahana relaksasi masyarakat. Arena wisata yang bisa dinikmati adalah rumah pohon yang melewati jembatan gantung, fitnes outdoor, tempat bermain anak, tempat kumpul keluarga dan spot-spot untuk selfi. Semua kegiatan tersebut sudah terlaksana dengan baik,” ungkap Aries.

Menurut dia, anggaran membangun kawasan Kali Mati Hutan Kota Jombang mencapai Rp21,3 miliar tapi yang terserap hanya Rp18,3 miliar. Dari jumlah tersebut, serapan yang paling besar adalah pembangunan taman. Menurut Aris, hal itu sesuai dengan lelang untuk pembangunan prasarana dan bantaran kali. “Awalnya lebar kali itu 1-2,5 meter kemudian kita lebarkan menjadi 2,5-3 meter dan panjangnya sekira 800 meter,” katanya.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, Hutan Kota Jombang ini diharapkan bisa menjadi alternatif tempat rekreasi bersama keluarga. “Semoga menjadi Community Center bagi masyarakat Ciputat dan sekitarnya. Jaga dan pelihara sama-sama karena pemeliharaan lebih sulit dari pada membangun,” terangnya.

Aris berharap, Kawasan Kali Mati Hutan Kota Jombang yang telah dibangun itu bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat dan ruang terbuka hijau atau paru-paru kota.

“Untuk 6 bulan ke depan, perawatan taman akan dilakukan oleh PU. Rencananya, penataan Kawasan Kali Mati Hutan Kota Jombang akan dilakukan hingga Kali Cibenda Hilir dan berakhir di Situ Parigi,” ungkapnya.

Lina (33) warga RT01/21, Parigi Lama, Kecamatan Pondok Aren, mengaku senang adanya Kawasan Kali Mati Hutan Kota Jombang ini. Tempatnya bagus dan banyak wahana yang ditawarkan. “Saya sudah dua kali ke tempat ini sambil ngajak anak-anak. Mungkin karena masih baru sehingga tidak bosen melihatnya,” ujar ibu tiga anak ini.

Warga lainnya Heni (41), mengaku senang adanya Hutan Taman Kota Jombang. Terlebih, jarak dari asal tempat tinggalnya hanya beberapa puluh meter.

“Tempatnya bagus, sejuk buat olahraga juga asyik. Dulu sebelum ada ini, saya ngajak anak paling ke Tandon Ciater sama Taman Kota BSD, sekarang enggak usah jauh-jauh ngajak anak main,” tutur Heni.

Tokoh pemuda Tangsel Iwan Angus mengatakan, kawasan wisata baru ini memiliki potensi ekonomi yang tinggi untuk memajukan kawasan perkampungan. “Harapan saya, keberadaan tempat wisata itu dapat memberikan sesuatu yang positif bagi warga dan mendatangkan nilai ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya. (Hasan Kurniawan)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak