alexametrics

Terkatung-katung, Jalan R3 dan Terminal Baranangsiang Jadi PR Pemkot Bogor

loading...
Terkatung-katung, Jalan R3 dan Terminal Baranangsiang Jadi PR Pemkot Bogor
Pemkot Bogor mengakui ada tiga pekerjaan rumah (PR) yang sejak lama terkatung-katung.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A+ A-
BOGOR - Pemkot Bogor mengakui ada tiga pekerjaan rumah (PR) yang sejak lama terkatung-katung. Ketiga PR tersebut yakni, pembangunan Jalan Ring Road Regional (R3), transit oriented development (TOD) di kawasan Terminal Baranangsiang dan akses Jalan Parung Banteng.

"Untuk Jalan R3, persoalannya ada sejak tahun 2009 telah kita bereskan dalam kurun waktu 1 bulan melalui komunikasi intens dengan pemilik. Sedangkan terminal yang sempat terkatung-katung, sudah selesai diserahkan dan akan jadi kawasan TOD untuk sistem transportasi terpadu. Jalan Parung Banteng yang menjadi exit tol Km 42,5 masih ada 17 bidang yang harus dibebaskan. Target kita Juni 2020 sudah bisa dibuka exit tol baru, semoga bisa berjalan lancar," ungkap Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Jumat (14/02).

Menurut dia, tiga PR tersebut seluruhnya berada di Kecamatan Bogor Timur. Tak hanya itu PR lain di Kecamatan Bogor Timur, adalah upaya negosiasi terkait lahan negara yang statusnya aset persediaan tanah negara maupun aset kredit yang luasnya mencapai 21 hektare.



Secara administratif, lahan tersebut sudah dilakukan pengajuan kepada pemerintah pusat agar dihibahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Total keseluruhan lahan pemerintah pusat yang ada di Kota Bogor berjumlah seluas 170 hektare.

"Ini semua menjadi wujud keseriusan Kota Bogor untuk melakukan penataan di Bogor Timur. Dari banyaknya PR yang ada, semoga dari musrenbang ini bisa mengerucut dan mengacu pada kepentingan bersama sehingga kawasan ini menjadi lebih strategis lagi. Kita berupaya untuk menuntaskan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama karena ini semua untuk kepentingan publik," ujar Dedie.

Meski demikian pihaknya, mengapresiasi atas upaya memuliakan para pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Bogor Timur. "Dalam menyelesaikan semua persoalan dan PR tadi diperlukan keterlibatan pihak lain sehingga impian menjadikan Kota Bogor yang lebih baik segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya.

Sementara itu, Camat Bogor Timur Abdul Wahid menuturkan, Jalan R3 adalah salah satu alternatif untuk membantu menyelesaikan permasalahan kemacetan di pusat Kota Bogor. "Maka dari itu, persoalan kemacetan dengan diwujudkannya jalan R3 harus segera dipecahkan secara bersama-sama," ujarnya.

Pihaknya telah mengusulkan sejumlah program lain terkait pengembangan dan pembangunan wilayah Bogor Timur. Total ada 548 usulan yang ditampung yang terbagi dalam 10 usulan bidang ekonomi, 415 usulan bidang fisik, 48 usulan bidang pemerintahan dan 75 usulan bidang sosial budaya.

"Seluruh usulan merupakan penjabaran visi misi Kota Bogor, menciptakan Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga. Untuk salah satu program prioritas yakni tingkat kualitas hidup, untuk program RTLH di Bogor Timur pada tahun 2021 sebanyak 1.120 usulan. Harapan kami RTLH yang termasuk program prioritas Kota Bogor senantiasa dapat berjalan lancar," kata Wahid.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Jaenal Muttaqin terkait konsep pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Bogor Timur yang menurutnya berbeda. Nuansa yang ditunjukkan mampu meningkatkan sinergitas dan kolaborasi serta lebih menyatukan warga dengan pemerintah serta DPRD Kota Bogor tanpa mengurangi tujuan dan substansi.

"Khusus jalan R3 yang sangat prioritas, DPRD Kota Bogor mendorong pemerintah agar segera merealisasikannya, kami akan perjuangkan dan akan kami kawal," pungkas Jaenal Muttaqin.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak